<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488</id><updated>2011-12-13T16:01:50.888+07:00</updated><category term='Muhasabah'/><category term='Sejarah'/><category term='Hadist'/><category term='Amalan Sunnah'/><category term='Kristenisasi'/><category term='Ilmu Pengetahuan'/><title type='text'>PISTA</title><subtitle type='html'>Pemuda Islam At - Taibin</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-2774165677222534189</id><published>2010-08-01T19:56:00.000+07:00</published><updated>2010-08-01T19:58:08.350+07:00</updated><title type='text'>Setiap Perkara Baru yang Tidak Ada Sebelumnya di Dalam Agama Adalah Bid'ah</title><content type='html'>&lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:Arial;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:Arial;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;   PENJELASAN KAIDAH-KAIDAH DALAM MENGAMBIL DAN MENGGUNAKAN DALIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Kaidah Kesepuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap Perkara Baru yang Tidak Ada Sebelumnya di Dalam Agama Adalah Bid‘ah. Setiap Bid‘ah Adalah Kesesatan dan Setiap Kesesatan Tempatnya di Neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[A]. Pengertian Bid‘ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah berasal dari kata al-ikhtira’ yaitu yang baru yang dicip-takan tanpa ada contoh sebelumnya.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah secara bahasa adalah hal yang baru dalam agama setelah agama ini sempurna[2]. Atau sesuatu yang dibuat-buat setelah wa-fatnya Nabi j berupa kemauan nafsu dan amal perbuatan. [3] Bila dikatakan: “Aku membuat bid’ah, artinya melakukan satu ucapan atau perbuatan tanpa adanya contoh sebelumnya..” Asal kata bid’ah berarti menciptakan tanpa contoh sebelumnya[4]. Di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah pencipta langit dan bumi...” [Al-Baqarah : 117]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, bahwa Allah menciptakan keduanya tanpa ada contoh sebelumnya.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah menurut istilah memiliki beberapa definisi di kalangan para ulama yang saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Rahimahullah mengungkapkan: “Bid’ah dalam Islam adalah segala yang tidak disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yakni yang tidak diperintahkan baik dalam wujud perintah wajib atau bentuk anjuran.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah itu sendiri ada dua macam: Bid’ah dalam bentuk ucapan atau keyakinan, dan bentuk lain dalam bentuk perbuatan dan ibadah. Bentuk kedua ini mencakup juga bentuk pertama, sebagaimana bentuk pertama dapat menggiring pada bentuk yang kedua. [7] Atau dengan kata lain, hukum asal dari ibadah adalah dilarang, kecuali yang disyari’atkan. Sedangkan hukum asal dalam masalah keduniaan dibolehkan kecuali yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal dari ibadah adalah tidak disyai’atkan, kecuali yang telah disyari’atkan oleh Allah Azza wa Jalla. Dan asal dari kebiasaan adalah tidak dilarang, kecuali yang dilarang oleh Allah[8]. Atau dengan kata lain, hukum asal dari ibadah adalah dilarang, kecuali yang disyari’atkan. Sedangkan hukum asal masalah keduniaan adalah dibolehkan, kecuali yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau (Ibnu Taimiyah Rahimahullah) juga menyatakan: “Bid’ah adalah yang bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, atau ijma’ para Ulama as-Salaf berupa ibadah maupun keyakinan, seperti pandangan kalangan al-Khawarij, Rafidhah, Qadariyah, Jahmiyah, dan mereka yang beribadah dengan tarian dan nyanyian dalam masjid. Demikian juga mereka yang beribadah dengan cara mencukur jenggot, mengkonsumsi ganja dan berbagai bid’ah lainnya yang dijadikan sebagai ibadah oleh sebagian golongan yang berten-tangan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Wallaahu a’lam.”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Syathibi (wafat tahun 790 H) Rahimahullah.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menyatakan: "Bid’ah adalah cara baru dalam agama yang dibuat menyerupai syari’at dengan maksud untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ‘cara baru dalam agama’ itu maksudnya, bahwa cara yang dibuat itu disandarkan oleh pembuatnya kepada agama. Tetapi sesungguhnya cara baru yang dibuat itu tidak ada dasar pedomannya dalam syari’at. Sebab dalam agama terdapat banyak cara, di antaranya ada cara yang berdasarkan pedoman asal dalam syari’at, tetapi juga ada cara yang tidak mempunyai pedoman asal dalam syari’at. Maka, cara dalam agama yang termasuk dalam kategori bid’ah adalah apabila cara itu baru dan tidak ada dasarnya dalam syari’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, bid’ah adalah cara baru yang dibuat tanpa ada contoh dari syari’at. Sebab bid’ah adalah sesuatu yang keluar dari apa yang telah ditetapkan dalam syari’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ‘menyerupai syari’at’ sebagai penegasan bahwa sesuatu yang diada-adakan dalam agama itu pada hakekatnya tidak ada dalam syariat, bahkan bertentangan dengan syari’at dari beberapa sisi, seperti mengharuskan cara dan bentuk tertentu yang tidak ada dalam syari’at. Juga mengharuskan ibadah-ibadah tertentu yang dalam syari’at tidak ada ketentuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ‘untuk melebih-lebihkan dalam beribadah kepada Allah’, adalah pelengkap makna bid’ah. Sebab demikian itulah tujuan para pelaku bid’ah. Yaitu menganjurkan untuk tekun beribadah, karena manusia diciptakan Allah hanya untuk beribadah kepadaNya seperti disebutkan dalam firmanNya : “Dan Aku tidak menciptkan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu” [Adz-Dzariyaat : 56]. Seakan-akan orang yang membuat bid’ah melihat bahwa maksud dalam membuat bid’ah adalah untuk beribadah seba-gaimana maksud ayat tersebut, dan dia merasa bahwa apa yang telah ditetapkan dalam syari’at tentang undang-undang dan hukum-hukum belum mencukupi sehingga dia berlebih-lebihan dan menambahkan serta dia mengulang-ulanginya.[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Rahimahullah juga mengungkapkan definisi lain: “Bid’ah adalah satu cara dalam agama ini yang dibuat-buat, bentuknya menyerupai ajaran syari’at yang ada, tujuan dilaksanakannya adalah sebagaimana tujuan syari’at.” [12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menetapkan definisi yang kedua tersebut, bahwa kebiasaan itu bila dilihat sebagai kebiasaan biasa tidak akan mengan-dung kebid’ahan apa-apa, namun bila dilakukan dalam wujud ibadah, atau diletakkan dalam kedudukan sebagai ibadah, ia bisa dimasuki oleh bid’ah. Dengan cara itu, berarti beliau telah meng-korelasikan berbagai definisi yang ada. Beliau memberikan contoh untuk kebiasaan yang pasti mengandung nilai ibadah, seperti jual beli, pernikahan, perceraian, penyewaan, hukum pidana,... karena semuanya itu diikat oleh berbagai hal, persyaratan dan kaidah-kaidah syariat yang tidak menyediakan pilihan lain bagi seorang muslim selain ketetapan baku itu. [13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah[14] (wafat th. 795 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Rahimahullah menyebutkan: “Yang dimaksud dengan bid’ah adalah yang tidak memiliki dasar hukum dalam ajaran syari’at yang mengindikasikan keabsahannya. Adapun yang memiliki dasar dalam syari’at yang menunjukkan kebenarannya, maka secara syari’at tidaklah dikatakan sebagai bid’ah, meskipun secara bahasa dikata-kan bid’ah. Maka setiap orang yang membuat-buat sesuatu lalu menisbatkannya kepada ajaran agama, namun tidak memiliki landasan dari ajaran agama yang bisa dijadikan sandaran, berarti itu adalah kesesatan. Ajaran Islam tidak ada hubungannya dengan bid’ah semacam itu. Tak ada bedanya antara perkara yang berkaitan dengan keyakinan, amalan ataupun ucapan, lahir maupun batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa riwayat dari sebagian Ulama Salaf yang menganggap baik sebagian perbuatan bid’ah, padahal yang dimaksud tidak lain adalah bid’ah secara bahasa, bukan menurut syari’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah ucapan Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'anhu, ketika beliau mengumpulkan kaum Muslimin untuk melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan (Shalat Terawih) dengan mengikuti satu imam di masjid. Ketika beliau Radhiyallahu 'anhu keluar, dan melihat mereka shalat berjamaah. Maka beliau Radhiyallahu 'anhu berkata: “Sebaik-baiknya bid’ah adalah yang semacam ini.” [15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Menurut Imam ath-Thurthusyi dalam al-Hawadits wal Bida’ (hal. 40) dengan tahqiq Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali Abdul Hamid al-Halaby al-Atsary.&lt;br /&gt;[2]. Mukhtarush Shihah (hal. 44).&lt;br /&gt;[3]. Al-Qamus al-Muhith, Lisanul ‘Arab dan Fataawaa Ibnu Taimiyyah.&lt;br /&gt;[4]. Mu’jamul Maqaayis fil Lughah (hal. 119).&lt;br /&gt;[5]. Mufradaat Alfaazhil Qur-an (hal. 111) oleh ar-Raaghib al-Ashfahani, materi kata bada’a.&lt;br /&gt;[6]. Majmuu’ Fataawaa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (IV/107-108).&lt;br /&gt;[7]. Ibid, (XXII/306).&lt;br /&gt;[8]. Ibid, (IV/196).&lt;br /&gt;[9]. Ibid, (XVIII/346) dan lihat juga (XXXV/414).&lt;br /&gt;[10]. Al-I’tisham (hal. 50) oleh Abu Ishaq Ibrahim bin Musa bin Muhammad al-Gharnathy asy-Syathibi tahqiq Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilaly. Daar Ibni ‘Affan Cet. II, 1414 H.&lt;br /&gt;[11]. Lihat Ilmu Ushuulil Bida’ (hal. 24-25) oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid.&lt;br /&gt;[12]. Al-I’tisham (hal. 51).&lt;br /&gt;[13]. Al-I’tisham (II/568, 569, 570, 594). Lihat juga Nurus Sunnah wa Zhulumatul Bid’ah (hal. 30-31) oleh Syaikh Sa’id bin Wahf al-Qahthany.&lt;br /&gt;[14]. Jami’ul ‘Ulum wal Hikam (hal. 501, cet. II, Daar Ibnul Jauzi-1420 H) tahqiq Thariq bin ‘Awadhullah bin Muhammad. Lihat Nurus Sunnah wa Zhulumatul Bid’ah (hal. 30-31).&lt;br /&gt;[15]. Shahih al-Bukhari (no. 2010) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1399/slash/0      &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-2774165677222534189?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/2774165677222534189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=2774165677222534189&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/2774165677222534189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/2774165677222534189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2010/08/setiap-perkara-baru-yang-tidak-ada_01.html' title='Setiap Perkara Baru yang Tidak Ada Sebelumnya di Dalam Agama Adalah Bid&apos;ah'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-3829670719595449252</id><published>2010-02-11T14:52:00.001+07:00</published><updated>2010-02-11T14:56:37.947+07:00</updated><title type='text'>MUSUH YANG DIPERANGI ISLAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Musuh yang diperangi oleh Islam dan kaum muslimin itu ada tiga kelompok. Pertama, musuh – musuh yang memerangi kita karena Din ( Agama ). Kedua, orang – orang yang menolong musuh kaum muslimin untuk menyerang dan mengalahkan kaum muslimin. Ketiga, para musuh yang menyerang negeri kaum muslimin dan merebutnya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa ayat dan hadits terdapat keterangan, bahwa musuh – musuh jenis ini wajib diperangi. Ini adalah masalah hukum jihad. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Akan tetapi kita juga harus mengetahui penerapan hukum ini pada kenyataan. Yaitu: ( Pertama ), Bahwa tidaklah ada jihad, kecuali dengan perintah para ulama dan hukkam ( Pemerintah ). Tidak boleh seseorang mengatakan “ aku ingin berjihad “, lalu dia keluar dengan membawa bendera, sehingga akan menimbulkan akibat – akibat yang tidak dikehendaki, mendapatkan hasil – hasil yang tidak dicari,dan yang terbunuh adalah kaum muslimin, bukan musuh – musuh mereka. ( Kedua ), Kaum muslimin memiliki kemampuan untuk memerangi musuh, menghalau penyerangan, dan mengalahkan orang – orang kafir. Jika mereka tidak memiliki kemampuan, maka Allah tidak membebani satu jiwa, kecuali yang ia mampu.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu mereka wajib melaksanakan firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ …. Dan persiapkan buat menghadapi mereka ….. “ ( QS. Al Anfal : 60 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka harus mulai malakukan persiapan, dan persiapan tarbiyah ( pembinaan ) iman lebih urgent daripada persiapan materi,baru  kemudian setelah  itu persiapan materi. Jika dua jenis persiapan ini sudah sempurna pada mereka, maka mereka pantas utnuk menolong Din Allah ini, pantas mendapatkan kekhalifahan dan kejayaan di muka bumi.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Salim Bin ‘Id Al Hilali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah As Sunnah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-3829670719595449252?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/3829670719595449252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=3829670719595449252&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/3829670719595449252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/3829670719595449252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2010/02/musuh-yang-diperangi-islam.html' title='MUSUH YANG DIPERANGI ISLAM'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-4362795716322370390</id><published>2009-12-11T13:27:00.000+07:00</published><updated>2009-12-11T13:28:32.326+07:00</updated><title type='text'>MEMBANGUN DAKWAH ELITIS YANG POPULIS</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ada dua tuntutan yang harus ada dalam gerakan dakwah. Yakni aspek elitis dan aspek populis. Aspek elitis tercermin pada fokus pengkaderan dan selektifitas tinggi terhadap pendukung inti dakwah. Sementara aspek populis, terindikasi melalui aspek kedekatan dan kebersatuan gerakan dakwah dengan masyarakat luas. Kedua tuntutan ini harus diterapkan secara proposional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sistem elitisme mempunyai beberapa ciri. Yang paling menonjol adalah &lt;i&gt;alaniyatul amal wa siririyatu tanzim&lt;/i&gt;. Walaupun karakter ini sangat diperlukan untuk menjamin keamanan pergerakan serta para aktivisnya, namun disisi lain juga sangat berbahaya, sebab karakter ini akan menjadikan pergerakan dengan para aktivisnya terisolir dari dinamika masyarakat. Hal ini nanti akan menghilangkan kemampuan pergerakan sebagai sentral kepemimpinan umat di lapangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Agar pergerakan Islam dapat berperan memimpin umat. Ia harus sanggup menjadi suatu sentral kemanusiaan serta memiliki unsur kepemimpinan yang menyatu dengan masyarakat, ikut merasakan persoalan yang sedang mereka hadapi serta ikut menanggung beban yang mereka pikul sehari – hari. Hal ini tak mungkin terwujud kecuali dengan adanya suatu kepemimpinan yang populis secara terus menerus yang turut merasakan dan terlibat memecahkan problematika hidup masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Gejala elitisme yang berlebihan akan memunculkan dampak eksklusifisme, yakni berputarnya aktivis dakwah dalam lingkup internal, yang pada dasarnya bertentangan dengan fungsi utama harakah sendiri. Para aktifis pergerakan bermain dalam medan yang sempit dan di kalangan terbatas, membuat daya cakup dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liputnya hanya menyentuh lingkungan kecil yang tertentu. Lebih lanjut, gejala ini ditandai dengan tumbuhnya karakter aktivis yang manja. Hanya dapat berperan pada lingkungan tertentu yang sama. Tidak ada keberanian untuk mencoba masuk dan mewarnai lingkungan baru. Bila ini yang terjadi, berarti gerakan dakwah bisa berhenti, dan seolah membiarkan kepemimpinan masyarakat dikuasai oleh kekuatan perusak serta sistem dan kekuasaan yang menyimpang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Segi negatif lain yang muncul dari dominasi elitisme dalam gerakan dakwah adalah hilangnya rasa kepedulian sosial dari diri para anggotanya. Sebab tarbiyah fikriyah dan ruhiyah yang mendapatkan porsi besar dan luas dari sistem organisasi, tanpa disadari telah menumbuhkan sikap &lt;i&gt;uzlah ijtimaiyyah&lt;/i&gt; ( isolasi sosial ). Disinilah perlunya aspek penyeimbang dengan menekankan &lt;i&gt;tarbiyah ijtimaiyyah&lt;/i&gt; untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta dapat menjadikan para dai hidup bersama masyarakat serta ikut merasakan persoalan dan kesulitan yang mereka hadapi. Seperti yang digambarkan oleh Rasulullah, “ Sebaik – baik manusia adalah yang paling bermanfaat pada manusia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Memimpin masyarakat dalam naungan Islam, serta mengajak mereka untuk memenuhi panggilan dakwah tidak mungkin dapat diwujudkan melalui khutbah, ceramah atau penyuluhan. Itu semua harus didukung adanya interaksi sosial antara dakwah dan masyarakat luas. Dan disanalah, masyarakat merasakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung sentuhan indah Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(97, 97, 97);"&gt;Sumber : Tarbawi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Edisi 3 Th. I&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;31 Agustus 1999 M/19 Jumadil Awal 1420 H&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-4362795716322370390?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/4362795716322370390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=4362795716322370390&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/4362795716322370390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/4362795716322370390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/12/membangun-dakwah-elitis-yang-populis.html' title='MEMBANGUN DAKWAH ELITIS YANG POPULIS'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-3576270734307075744</id><published>2009-12-09T14:16:00.002+07:00</published><updated>2009-12-09T14:32:03.354+07:00</updated><title type='text'>SYAHWATUN NISA’</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:Arial;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:Arial;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} @page Section1  {size:595.35pt 841.95pt;  margin:56.7pt 1.0in 56.7pt 1.0in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt;   Saudaraku,&lt;br /&gt;Adalah lumrah, bila seorang musafir harus tahu benar karakter perjalanan yang akan dilakukannya. Salah satu karakter perjalanan itu adalah munculnya fitnah dan ujian. Bila tak disikapi dengan benar, bisa jadi arahnya akan menyimpang.  Kemunculan fitnah merupakan sunnatullah. Maka ia sangat tergantung lemah atau kuatnya iman sang musafir. Bila imannya prima, hubungan dengan Allah kuat, ujian apapun takkan dapat menjerumuskan. Beda halnya ketika iman melemah. Sedikit saja ujian menerpa, dapat membuatnya terjungkal.     Allah telah menakdirkan terjadinya fluktuasi iman. Tinggi dan rendahnya keimanan ada­lah fenomena yang pasti di alami setiap orang. "Iman itu bertambah dan berkurang," demikian sabda Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, satu-satunya cara di samping senantiasa berusaha memperbarui iman adalah harus tetap waspada menghadapi berbagai gejala mun­culnya fitnah.     Saudaraku,  Syaikh Adil Abdullah al-Laili dalam kitab Musafir fi Qithari Da'wah, menguraikan salah satu fitnah besar yang menghadang seorang mukmin adalah fitnah syahwat. Fitnah inilah yang pertama kali menerpa ayah kita Adam 'alaihissalam. Terdorong melayani rongrongan syahwat fisik perut, setelah tertipu iblis, ia memakan buah yang dilarang Allah.     Allah menyebutkan, manusia tercipta dari tanah yang gosong (hama'in masnun). Tanah yang gosong, logikanya memiliki anasir tanah dan api yang menjadikannya gosong. Maka manusia memiliki sifat tanah (ardh), dan sifat api (naar). Syahwat manusia berputar di antara keduanya. Yang tekait dengan materi tanah, akan membawanya condong pada segala hal yang bersifat keduniaan. Keinginan memiliki harta, kekayaan, kecintaan pada anak dan istri, dan sebagainya. Dalam taraf tertentu, potensi syahwat ini dapat menggiring manusia terjerembab dalam perbuatan keji, seperti mencuri atau berzina. Adapun syahwat api (syahwat nariyah), wujudnya gejolak jiwa yang meletupkan kemarahan, rasa sombong, membangkitkan ambisi untuk dihormati, cinta jabatan, dan semisalnya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Fitnah paling dahsyat —menurut Rasu­lullah— dalam hal syahwat adalah fitnah yang pertama kali menyesatkan Bani Israil, yakni wanita. Syahwat wanita dapat menjadikan orang terjerumus dalam berbagai perilaku dosa. Para juru dakwah, bukan tak mungkin  terjerumus dalam fitnah wanita. Apalagi hidup di zaman seperti saat ini. Allah juga telah menjelaskan, "Allah menghiasi manusia dengan cinta syahwat pada wanita."(Ali Imron : 14). Rasulullah sendiri mewanti-wanti kepada umatnya tentang hal ini, "Aku tidak meninggalkan fitnah yang lebih berat kepada kaum Ielaki dari pada fitnah wanita." (Muttafaqun Alaih)    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan, "Fitnah wanita Iebih dahsyat ketimbang fitnah anak. Sebab, wanita memiliki dua fitnah, sedangkan anak memiliki satu fitnah. Dua fitnah yang ada pada wanita: Pertama, ia dapat memunculkan rusaknya hubungan antara dua orang bila dalam suatu perkara wanita menuntut suaminya melakukan hal itu. Kedua, fitnah ambisi mengumpulkan harta, dengan cara halal maupun haram. Sedang fitnah anak hanya satu, mendorong orang tua mengumpulkan har­ta." (Tafsir Qurthubi, 4/29)    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Cinta kepada istri itu halal dan harus. Tapi adakalanya kecintaan dan kedekatan itu menjadi penghalang dari perbuatan ma'ruf. Indikasinya, terlalu takut bahaya menimpa keluarga, ingin selalu dekat dengan istri, lebih mengutamakan syahwat dunia dari amal akhirat. Kon­disi ini bahkan bisa berlanjut pada pemutusan silaturahim, atau menyakitkan orang tua, enggan berinfaq.     Fitnah ini sering datang sembunyi-sembunyi, nyaris tak terasakan. "Yang pertama kali memakan buah itu adalah Hawa, akibat tipu daya iblis kepadanya. Pertama kali iblis berkata kepada Hawa, karena dialah yang mudah ditipu. Itulah fitnah pertama yang menimpa laki-laki dari wanita. Iblis pun lalu mengatakan, 'Apa yang menghalangi kalian berdua dari pohon yang akan membawa keabadian ini.' Iblis datang kepada mereka dari pintu yang mereka sukai. 'Cintamu pada sesuatu, akan membuatmu buta dan tuli.'" (Tafsir Al-Qurthubi: 1/308)    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah,  Iblis lantaran tahu, tipu daya dari sisi wanita lebih efektif dan mudah sampai pada seorang pria. Ketika itu, telinga dapat tertutup dari kebaikan. Mata jadi buta dari yang ma'ruf. Mungkin ada pengalaman hidup yang bisa jadi pelajaran kita. Ketika banyak da'i rela meninggalkan amal shalih demi istrinya. Melanggar maksiat, karena terlalu banyak mendengarkan apa yang diinginkan istrinya. Atau, mungkin yang lebih rendah dan lebih bahaya dari itu, ada suami yang cenderung merendahkan orang lain ha­nya karena mendengar apa yang dikatakan istrinya. Akhirnya, seorang suami jadi merasa nikmat membicarakan —dengan istrinya— aib saudaranya, membuang waktu, menghilangkan pahala, dan menambah dosa .... inna lillah.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Seorang da'i, betapapun kuat kepribadiannya, tajam pikirannya, harus waspada dari fitnah wanita. Jauhi segala kondisi yang dapat memunculkan fitnah itu. Hindari segala keadaan yang menjadi prolog untuk dosa dan kesalahan, apapun alasannya. Para ulama telah mengingatkan laki-laki dari wanita, hatta de­ngan alasan mengajarkannya kalamullah Al-Qur'anul karim. Ulama zuhud, seperti Maimun bin Mahran, mengatakan, "Tiga hal yang jangan sampai dirimu melakukannya, antara lain, ".... jangan engkau mendatangi wanita, meskipun engkau beralasan: "Aku ingin' mengajarkannya kitabullah." (Siyar A'lam Nubala, 5/17)    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaga jarak dengan kerabat yang bukan mahram, betapapun urf atau adat yang berlaku. Waspadai terhadap fitnah yang datang dari pihak istri, termasuk dalam kerangka kerjasama dakwah. Sebab, laki-laki memang lemah di hadapan wanita. "Dan manusia diciptakan dalam kondisi lemah". Imam Al-Qurthubi meriwayatkan bahwa Thawus berkata, "Ayat ini khusus dalam masalah wanita." Juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia membaca ayat tersebut, lalu lemah," ia lalu mengatakan, "Artinya tidak sabar menghadapi wanita." (Tafsif Qurthubi, 5/149)     Saudaraku,  Kita tak memungkiri janji Rasulullah, "Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihat. Namun, mendidik wanita agar jadi shalihat, sama beratnya dengan menjauhi fitnah mere­ka. Wallahu a'lam bisshawab. &lt;br /&gt;Muhammad Nursani    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Tarbawi Edisi 3 Th. I   31 Agustus 1999 M/19 Jumadil Awal 1420 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-3576270734307075744?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/3576270734307075744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=3576270734307075744&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/3576270734307075744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/3576270734307075744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/12/syahwatun-nisa.html' title='SYAHWATUN NISA’'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-1888423324340593116</id><published>2009-11-29T21:17:00.001+07:00</published><updated>2009-11-29T21:17:58.254+07:00</updated><title type='text'>Membela AI-Qur'an</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh : Herry Nurdi&lt;br /&gt;Pemerhati Masalah Keagamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuel Zwemmer dalam Konferensi Gereja di Yerussalem tahun 1935 pernah berkata, "Tujuan kita adalah secara langsung mengkristenkan Muslim. Tapi hal itu tidak sanggup kita laksanakan. Namun yang perlu diingat adalah menjauhkan Mus¬lim dari Islam. Ini yang harus kita capai walaupun mereka tidak bergabung dengan kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyukseskan agendanya ini, setidaknya dalam paparan Samuel Zwemmer memiliki dua strategi: Penghancuran dan Pembinaan. Penghancuran adalah menge-luarkan orang dari agama mereka, tak masalah menjadi atheis atau bukan, yang penting keluar dari Islam. Pembinaan adalah cara memasukkan dan membina orang-orang ke dalam Kerajaan Tuhan, Kerajaan Kristus. Agar orang-orang tak memikirkan agama, rusaklah mereka dan buat mereka sibuk dengan seks, hiburan, obat-obatan dan segalanya, bahkan sepak bola. Bahkan, ketika beberapa orang yang sangat kecil jumlahnya mulai menyibukkan diri untuk mempelajari, sumber-sumber agama pun telah dicemari dan dirusak secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuel Zwemmer yang menjadi Ketua Misi Kristen untuk negara-negara Arab, dan juga Ketua Persekutuan Kristen Timur Tengah dengan tegas mengatakan, tugas seorang Kristen bukanlah menghancurkan kaum Muslimin. Tapi memisahkan kaum Muslimin dari Islam. Agar mereka menjadi seorang Muslim yang tak bermoral dan tak memiliki standar akhlak yang jelas. Dengan begitu, negeri-negeri Islam akan jatuh. Tujuan mereka, menciptakan generasi baru yang sesuai dengan kehendak kolonialisme, keinginan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita mendapati berbagai golongan dan kelompok, yang seolah berlomba-lomba meruntuhkan Islam dari berbagai sudut serangan. Contoh sebuah kasus muncul yang mengatakan bahwa Islam adalah agama orang-orang Arab dan khusus untuk orang Arab. Maka orang non-Arab yang memeluk Islam sesungguhnya telah dibodohi oleh    orang-orang Arab. Artinya, yang dituduhi membodohi oleh gerakan ini ujung-ujungnya adalah sosok mulia Nabi Muhammad saw, na'ud-zubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti ini, sama sekali bukan barang baru dalam sejarah perkembangan Islam. Kita bisa melacak pengaruh Orientalisme dalam gerakan Ingkar Sunnah yang menolak penggunaan hadits sebagai sumber hukum Islam. Kita bisa melacak ide perennial dalam gagasan keagamaan Lia dan Jamaah Salamullah yang ia bentuk. Bahkan serangan-serangan terhadap al-Qur'an, sudah jauh dan lebih radikal daripada diinjak-injak kaki-kaki laknat.&lt;br /&gt;Kita harus marah ketika al Qur’an dinistakan dengan cara yang keji seperti diinjak-injak. Tapi seharusnya, kita jauh lebih marah ketika al-Qur'an secara substansi, makna dan hakikatnya dianiaya atas nama ilmiah. Hal ini telah berlangsung lama di negeri ini. Buku karangan Nasr Hamid Abu Zayd, yang berjudul Al-Qur'an Edisi Kritis telah lama terbit di Indo¬nesia. Bahkan dalam salah satu versi penerbitan, sudah mengalami cetak ulang yang keempat kali sejak tahun 2001 silam. Nasr Hamid yang dinyatakan oleh para ulama Al-Azhar sebagai seorang yang telah murtad, mengritisi al-Qur'an dari berbagai sisi. Mulai dari sejarah penyusunan sampai unsur filologi. Tujuannya satu, melakukan desakralisasi pada teks suci. Tapi tak banyak yang menggugat buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika seorang sarjana Indonesia mengikuti hal yang sama, menerbitkan sebuah buku yang mengritisi al Qur’an, sekali lagi tak ada yang banyak memberikan perhatian. Adalah Taufik  Adnan Amal, seorang pengajar di IAIN Alauddin Makassar, la menerbitkan sebuah buku berjudul Rekonstruksi Sejarah Al-Qur'an. Isinya, idem dito, tak beda jauh. Sama-sama memiliki semangat luar biasa dalam menggugat kesucian  Al Qur’an yang menurut mereka telah mengalami infiltrasi politik dan kekuasaan dalam penyusunannya. Dan sekali lagi, tak ada yang meributkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditelusuri, usaha-usaha yang dilakukan oleh sarjana-sarjana yang notabene ada¬lah seorang Muslim, seperti Nasr Hamid Abu Zayd dan juga Taufik Adnan Amal, pada pangkalnya adalah usaha yang dirintis oleh para intelektual Yahudi dan Orientalis Misionaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abraham Geiger, seorang pemimpin Yahudi dan pendiri mazhab Yahudi Liberal, menulis bahwa al-Qur'an adalah kitab suci yang mengadopsi banyak ajaran agama sebelumnya. la menulis, apa saja yang dipinjam Muhammad dari Yahudi dalam        Was Mohamed aus dem Judenthume aufgenommen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada Theodore Noldeke sarjana Kris¬ten, pendeta dari Jerman yang mengatakan, "Kita menginginkan, misalnya, klasifikasi dan diskusi yang komprehensif mengenai segala elemen Yahudi dalam al-Qur'an; permulaan untuk menggalakkan ini telah dibuat oleh Geiger pada usia muda dalam esainya: apa yang telah dipinjam Muhammad dari Yahudi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theodore Noldeke mengatakan, bahwa Nabi Muhammad pernah lupa akan wahyu sebelumnya dan berbagai tuduhan lainnya. la juga mengatakan, bahwa al-Qur'an adalah karangan Muhammad dan menganggap al-Qur'an mengandung banyak kesalahan yang fatal. Noldeke mengatakan, Yahudi paling tolol sekalipun tidak akan melakukan kesalahan yang dilakukan oleh Muhammad, terutama ketika menjelaskan tentang Hamman yang disebutkan dalam al-Qur'an sebagai salah satu menteri dari Fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lagi-lagi, tak banyak yang terusik de¬ngan kenyataan ini. Kaum Muslimin baru ber-gerak ketika mushaf al-Qur'an dimasukkan ke WC di dalam penjara Guantanamo. Kaum Muslimin baru bergerak ketika Rasulullah digambarkan dalam kartun. Kaum Muslimin baru peduli ketika sekumpulan orang aneh di Malang menginjak-injak            al Qur'an tanpa alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kaum Muslimin memperdalam perhatiannya pada al-Qur'an yang dilecehkan makna dan substansinya, lalu memberikan pembelaan yang tak kurang ilmiahnya. Bukan hanya emosi sesaat, kemudian hilang seiring berlalunya waktu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Sabili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-1888423324340593116?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/1888423324340593116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=1888423324340593116&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/1888423324340593116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/1888423324340593116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/11/membela-ai-quran_29.html' title='Membela AI-Qur&apos;an'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-920558088881510138</id><published>2009-11-29T21:15:00.000+07:00</published><updated>2009-11-29T21:16:34.676+07:00</updated><title type='text'>Orang Bijak dan Anak Kecil</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang bijak, sebagaimana disebutkan dalam buku 65 Kisah Teladan karya Muhammad Sulthan, suatu hari mengajukan pertanyaan kepada seorang anak kecil yang selalu aktif mengikuti shalat Shubuh berjama'ah di masjid. Sang hakim ingin mengetahui, apakah anak itu mengerjakan shalat sebagai kebiasaan saja, ataukah karena kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai anakku, manakah yang lebih utama menurutmu; harta atau akal?" tanya hakim.&lt;br /&gt;"Akal," jawab anak itu.&lt;br /&gt;"Mengapa?" Anak itu menjawab, "Karena akal akan mendatangkan harta, sedangkan harta akan menghilangkan akal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harta atau keadilan?" tanya orang itu lagi. "Keadilan."&lt;br /&gt;"Mengapa?"&lt;br /&gt;"Karena harta akan melindungi pemiliknya dari kezaliman di saat keadilan tiada, sehingga dia menjadi tujuan saat ketidakadilan didapatkan, maka harta hanyalah perantara saja, bukan tujuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hakim bertanya lagi, "Harta atau kekuasaan?"&lt;br /&gt;"Harta," jawab anak kecil itu.&lt;br /&gt;"Mengapa?"&lt;br /&gt;"Karena harta akan menjadi perantaraku untuk menguasai hati apabila kubelanjakan dalam kebaikan. Sedangkan kekuasaan terhadap hati lebih agung. Adapun kekuasaan duniawi seringkali menjadikan aku durhaka dan melampaui batas. Lalu aku berbuat zalim, sehingga aku kehilangan kekuasaan atas hati dan orang-orang sekitarku akan mengincar aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai anakku, harta ataukah teman?"&lt;br /&gt;"Teman. Karena dengan harta saja aku tidak mampu mendapatkan seluruh keinginanku. Tetapi dengan berteman, aku dapatkan semua yang aku inginkan." . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harta atau kesehatan?" "Kesehatan. Karena kesehatan akan mendatangkan harta. Sedangkan harta secara sendirian tidak mampu mendatangkan kesehatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku atau kamu?" tanya ahli hikmah itu mengakhiri pertanyaannya.&lt;br /&gt;"Engkau dan aku. Engkau adalah sungai yang penuh mengalirkan hikmah dan ilmu. Sedangkan kami adalah tumbuhan yang minum darinya."&lt;br /&gt;"Sungguh, hatiku dingin tenteram mengetahui jawabanmu, anakku. Semoga Allah melimpahkan berkah kepadamu. Jagalah (hak-hak) Allah," tutur sang ahli hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Haykel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-920558088881510138?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/920558088881510138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=920558088881510138&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/920558088881510138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/920558088881510138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/11/orang-bijak-dan-anak-kecil.html' title='Orang Bijak dan Anak Kecil'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-3016320092802394747</id><published>2009-11-22T14:30:00.000+07:00</published><updated>2009-11-22T14:32:54.629+07:00</updated><title type='text'>Nabi Selalu Menjaga Lisannya</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Imam an-Nawawi mengingatkan kita, sepatutnya setiap orang mukallaf menjaga lisannya dari seluruh perkataan, kecuali ucapan yang jelas menampakkan kemaslahatan. Manakala berbicara dan diam seimbang kemaslahatannya, maka berdasarkan petunjuk sunnah, lebih baik menahan diri dari berbicara. Karena perkataan yang mubah bisa menyeret kepada perkataan haram atau makruh. Bahkan itu sudah banyak terjadi atau biasa. Dan keselamatan tidak terukur harganya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“ Dan barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam"2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau  juga bersabda:&lt;br /&gt;“ Barang siapa saja yang menjamin bagiku (terjaganya) sesuatu yang berada di antara dua tulang rahangnya (lidahnya) dan sesuatu yang berada di antara dua tulang selangkangannya (kemaluannya), aku menjamin surga baginya. 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Anas  pernah menceritakan:&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menyentuh kain sutra yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah. Aku tidak pernah mencium aroma yang lebih wangi dari aroma (tubuh) Rasulullah. Selama sepuluh tahun aku membantu Rasulullah, beliau tidak pernah berkata kepadaku "Uh". Beliau tidak pernah mengomentari terhadap apa yang aku kerjakan dengan berkata "Kenapa kamu lakukan?" Dan (beliau) tidak pernah berkomentar tentang sesuatu yang tidak kukerjakan dengan perkataan "Kenapa tidak engkau kerjakan (saja)?" 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Husain al 'Awaisyah berkata: "Betapa indah lisan beliau ( Rasulullah )  tidak mengeluarkan kecuali ucapan yang baik. Lihatlah kepada lidah-lidah kita, berapa banyak dosa yang telah ia bukukan? Betapa sering kita mengatakan "Uh" yang begitu dihindari oleh Rasulullah. Bahkan seolah-olah kita tidak bisa hidup tanpa kehadirannya."5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula diriwayatkan, bahwasanya Rasulullah lebih sering diam dan sedikit tertawa.6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang bahaya yang mengancam dari lidah yang tak bertulang ini, Rasulullah  pernah berpesan kepada seseorang yang meminta nasihat kepada beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika engkau shalat, kerjakanlah seperti shalat orang yang akan berpisah (dengan dunia); janganlah berbicara dengan perkataan yang engkau nanti akan meminta maaf di hari esok, dan janganlah berharap terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain.7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Husain dalam Hashaidul-Alsun (hlm. 15-16) juga mengatakan, idealnya kita mempelajari etika ini, budi pekerti yang paling luhur. Rasulullah lebih banyak diam. Padahal setiap orang benar-benar menyukai, sekiranya ia dapat mendengar perkataan beliau. Sebab, beliau tidak berbicara kecuali pasti kebaikan. Kendati  demikian, beliau lebih banyak diam. Bukankah etika itu lebih pantas lagi menghiasi diri kita, diam dan memperlama waktunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah As Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Lihat al Adzkar, halaman 284.&lt;br /&gt; 2. HR al Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt; 3. HR al Bukhari.&lt;br /&gt; 4. Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt; 5. Hashaidul-Alsun, Husain al 'Awaisyah, Darul Hijrah, Cetakan I Tahun 1412 H / 1992 M,    halaman 15-16.&lt;br /&gt; 6. Ahmad (alMisykah). .                                                         &lt;br /&gt; 7. HR Ahmad (5/412) dan Shahih Ibni Majah (2/405).&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-3016320092802394747?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/3016320092802394747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=3016320092802394747&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/3016320092802394747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/3016320092802394747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/11/nabi-selalu-menjaga-lisannya.html' title='Nabi Selalu Menjaga Lisannya'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-6805587849928156441</id><published>2009-11-20T21:42:00.000+07:00</published><updated>2009-11-20T21:43:38.108+07:00</updated><title type='text'>DZIKIR, MEMBANTU MERINGANKAN MASALAH</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Alloh berfirman :&lt;br /&gt; “ Dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku ( QS. Thaha / 20 : 14 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dzikir yang dikerjakan seorang hamba merupakan tujuan penciptaan dirinya dan menjadi penyebab bagi kebaikan dan keberuntungannya. Orientasi dari pelaksanaan sholat adalah membidik tujuan luhur diatas. Seandainya tidak ada sholat yang menjadi kewajiban kaum mukminin  yang berulang – ulang dalam sehari semalam untuk mengingatkan mereka kepada Alloh, memperhatikan bacaan Al Quran, melantunkan sanjungan bagi Allah, berdoa kepada-Nya, menunjukkan ketundukkan kepada-Nya yang merupakan ruh dzikir, seandainya tidak ada kenikmatan – kenikmatan semacam ini, niscaya kaum mukminin akan masuk dalam kategori kaum ghofilin ( Lalai ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir selain merupakan tujuan penciptaan para makhluk dan ibadah – ibadah, pada intinya adalah untuk mengingat Alloh. Dzikir juga dapat membantu seorang hamba untuk mengerjakan amalan – amalan  ketaatan walaupun berat, membantu dalam menghadapi orang – orang yang berprilaku diktator, juga pekerjaan menjadi tidak berat baginya. Dzikir juga meringankan bebannya saat bedakwah menyeru kepada Alloh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alloh berfirman tentang Musa dan Harun :&lt;br /&gt;“ Supaya kami banyak bertasbih kepada Engaku, dan banyak mengingat Engaku ( QS. Thaha / 20 : 33  – 34 ).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat – ayat- Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku ( QS. Thaha / 20 : 42 ).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Taisirul – lathifil – mannan fi khaulashati tafsiril qur’an, karya syeikh’ abdur rahman bin nashir as – sa’di ( 1307 – 13 76 h ), cetakan III tahun 1414 h, halaman 185&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-6805587849928156441?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/6805587849928156441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=6805587849928156441&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/6805587849928156441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/6805587849928156441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/11/dzikir-membantu-meringankan-masalah.html' title='DZIKIR, MEMBANTU MERINGANKAN MASALAH'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-4491923418589031580</id><published>2009-11-19T15:52:00.004+07:00</published><updated>2009-11-19T16:06:14.757+07:00</updated><title type='text'>Berakhlak Baik dan pentingnya Bagi Penuntut Ilmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SwUJJnoc43I/AAAAAAAAAHw/K5q0TgJkBU4/s1600/Water+lilies.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SwUJJnoc43I/AAAAAAAAAHw/K5q0TgJkBU4/s320/Water+lilies.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405736988590269298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Syaikh Muhammad bin ShalihAI Utsaimin rahimahullah&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Wahai saudara-saudara sekalian, (pada) kesempatan yang baik ini saya akan menyampaikan topik &lt;i&gt;berakhlak yang baik. &lt;/i&gt;Sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama bahwa akhlak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah &lt;i&gt;gambaran batin &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;manusia, &lt;/i&gt;karena (pada dasarnya) manusia mempunyai dua bentuk, bentuk luar (yaitu fisik) yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padanya Allah ciptakan badan. Dan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bentuk luar ini ada yang diciptakan dalam bentuk yang indah, dan ada yang diciptakan dalam bentuk yang buruk, dan ada pula yang diciptakan dalam bentuk yang berada diantara keduanya. Dan bentuk batin (demikian juga) ada yang baik dan ada yang buruk, serta ada yang diantara keduanya, dan bentuk batin inilah yang dikatakan sebagai akhlak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Jika demikian halnya, maka yang dinamakan akhlak adalah : "Gambaran batin , dimana manusia berwatak seperti gambaran batin itu". Dan sebagaimana akhlak itu merupakan suatu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tabiat (pemberian Allah), sesungguhnya akhlak baik juga dapat diperoleh dengan cara berusaha untuk berakhlak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;baik, artinya bahwa (ada) manusia yang diciptakan Allah dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;keadaan berperangai baik, dan terkadang ada yang memperoleh akhlak baik itu dengan cara berusaha dan latihan, oleh karena Nabi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bersabda kepada Al Asaj bin Qais :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;"Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua perangai yang dicintai Allah, yaitu sabar dan tenang," (lalu) Al Asaj bin Qais berkata: "Wahai Rasulullah, apakah dua perangai itu aku yang mengupayakannya ataukah Allah telah ciptakan keduanya dalam diriku ?" Beliau bersabda: "Allah menciptakanmu dalam keadaan berakhlak sabar dan tenang".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Maka ini adalah dalil bahwa akhlak mulia itu terjadi melalui tabiat (pembawaan asli), dan bisa juga terjadi dari usaha yang dilakukan untuk berakhlak mulia. Akan tetapi, akhlak mulia yang lahir dari tabiat, tentu lebih baik daripada akhlak mulia yang terjadi dari hasil usaha. Karena jika akhlak itu terlahir dari tabiat, ia akan menjadi karakter dan pembawaan bagi manusia yang tidak membutuhkan usaha untuk membiasakan dan melatihnya. Akan tetapi, ini adalah karunia Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang tidak diciptakan dalam keadaan berakhlak baik, sesungguhnya ia dapat memperolehnya dengan jalan berusaha untuk berakhlak baik, dengan cara membiasakan dan memaksakan sebagaimana yang akan kami sebutkan, insya Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan banyak manusia berprasangka bahwa berakhlak baik hanyalah dilakukan dalam &lt;i&gt;bermuamalah &lt;/i&gt;dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;makhluk, tanpa &lt;i&gt;bermuamalah &lt;/i&gt;dengan Allah. Akan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tetapi ini adalah pemahaman yang sempit (dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;memahami makna berakhlak baik), karena sesungguhnya berakhlak baik itu sebagaimana dilakukan dalam bermuamalah dengan makhluk, juga dilakukan dalam bermuamalah dengan Al Khaliq (Allah Azza Wajalla). Maka apakah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;makna berakhlak baik dalam bermuamalah dengan Allah dan juga bermuamalah dengan makhluk ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Apakah y ang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dimaksud &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan berakhlak baik dalam bermuamalah dengan Allah ? Berakhlak baik dalam bermuamalah dengan Allah terangkum dalam tiga perkara:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;1.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Menerima berita-berita dari Allah (Al Qur'an) dengan membenarkannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;2.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Menerima hukum-hukum Allah dengan cara mengamalkannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;3.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Menerima takdir Allah" dengan sabar dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ridha.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Maka ketiga hal inilah sebagai poros yang berkenaan dengan berakhlak baik dengan Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;PERTAMA : Menerima berita-berita dari Allah (Al Qur'an) dengan membenarkannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Di mana tidak terdapat keraguan dalam diri manusia atau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kebimbangan dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membenarkan berita dari Allah (Al Qur' an), karena berita dari Allah bersumber dari ilmu, dan Allah adalah Dzat yang paling benar perkataan-Nya. Sebagaimana Allah berfirman tentang dirinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;"Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) daripada Allah" (AnNisa:87) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan wajib membenarkan berita dari Allah dengan sikap mempercayainya, membelanya. berjihad dengannya, dimana keraguan dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebimbangan terhadap Al Qur'an dan hadits tidak memasuki dirinya. Dan jika seseorang menampakkan akhlak seperti ini, maka mungkin baginya untuk menolak setiap &lt;i&gt;subhat &lt;/i&gt;(kerancuan) yang dibawa oleh orang-orang yang menentang terhadap Al Hadits, baik mereka yang menentang dari kalangan orang muslim yang mengadakan perbuatan &lt;i&gt;bid'ah &lt;/i&gt;(perkara yang tidak ada contohnya dari Allah dan Rasul-Nya) atau orang-orang non muslim yang melemparkan &lt;i&gt;subhat &lt;/i&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati kaum muslimin. Dan kami beri contoh tentang hal itu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Tersebut dalam shahih Bukhari sebuah hadits dari Abu Hurairah, bahwa Nabi &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;bersabda :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Jika lalat terjatuh dalam minuman salah seorang dari kalian, maka hendaklah ia tenggelamkan lalat itu kedalamnya, lalu hendaknya ia membuang lalat itu, karena sesunguhnya di dalam salah satu sayapnya terdapat penyakit, dan disayap lainnya terdapat obat" (Bukhari 5782)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Ini adalah berita dari Rasulullah dalam perkara-perkara yang &lt;i&gt;ghaib, &lt;/i&gt;Dan Nabi tidaklah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengucapkan dari hawa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nafsunya, tetapi yang beliau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ucapkan adalah wahyu Allah. (Hal ini) karena Nabi &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;adalah manusia, sedangkan manusia tidak mengetahui hal-hal yang ghaib, bahkan Allah berfirman kepada Nabi :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Katakanlah: "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt; ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku". (Al An'am : 50)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Berita ini (hadits tentang lalat), wajib bagi kita menerimanya dengan akhak yang baik. Dan berakhlak baik terhadap hadits ini adalah dengan menerimanya serta menetapkan bahwa hadits yang disabdakan oleh Nabi adalah haq dan benar, walaupun ditentang orang yang menentangnya. Dan kita mengetahui dengan seyakin-yakinnya, bahwa pendapat yang menyelisihi hadits yang benar &lt;i&gt;keshahihannya &lt;/i&gt;dari Rasulullah &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;adalah (pendapat) batil, hal ini karena Allah berfirman :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan" (Yunus :32)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Contoh lainnya :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dari peristiwa hari kiamat, Rasulullah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengabarkan bahwa matahari berada dekat dengan manusia pada hari kiamat seukuran satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mil. Baik itu mil "al makhalah" (ukuran jarak) atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mil perjalanan. Jarak ini (yaitu antara matahari dan manusia) dekat sekali, tetapi manusia tidak terbakar oleh panasnya, padahal kalau matahari saat ini dekat sekali pasti dunia terbakar. Maka terkadang seseorang berkata : "Bagaimana matahari berada dekat kepala-kepala manusia pada hari kiamat sejarak ukuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini lalu manusia tidak terbakar?" maka bagaimanakah akhlak yang baik terhadap hadits ini? Berakhlak baik terhadap hadits ini adalah dengan menerima dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membenarkannya, dan hendaknya tidak terdapat dalam hati kita kesempitan, kegalauan dan kebimbangan. Dan hendaknya kita mengetahui bahwa hadits yang diberitakan Nabi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang hal ini adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;haq dan tidak mungkin kita menganalogikan keadaan-keadaan di akhirat berdasarkan keadaan-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;keadaan didunia. dikarenakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adanya perbedaan besar. Maka jika keadaannya demikian, maka seorang yang beriman akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menerima hadits semisal ini dengan lapang dada dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketenangan, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemahaman tentangnya akan bertambah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luas, demikianlah (berakhlak baik) terhadap berita-berita (dalam Al Qur'an dan hadits).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;KEDUA : Menerima Hukum-hukum Allah dengan Bentuk mengamalkannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Sesungguhnya berakhlak baik dalam bermuamalah dengan Allah dalam hal yang berkaitan dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hukum-hukumNya adalah (dengan cara) menerima, mengamalkan dan &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;merealisasikannya, serta tidak menolaknya &lt;i&gt;sedikitpun. &lt;/i&gt;Jika seseorang mengingkari suatu&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hukum Allah, maka tindakan ini termasuk berakhlak buruk kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Kami akan memberikan permisalan tentang puasa. Tidak diragukan lagi bahwa puasa adalah (amalan) yang berat bagi manusia, karena dalam ibadah puasa seseorang (harus) meninggalkan hal-hal yang diingini, seperti makanan, minuman, dan jima'. Ini adalah suatu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;perkara yang berat. Akan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tetapi seorang yang beriman, ia akan berakhlak baik kepada Allah, menerima beban &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;syariat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ini, dan menerima kemuliaan ini, dan hal ini adalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;nikmat dari Allah, ia akan menerimanya dengan lapang dada dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ketenangan, jiwanya luas, dan kamu akan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mendapatinya berpuasa pada siang hari yang panas sedangkan ia dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;keadaan ridha, lapang dada, karena ia berakhlak baik kepada Penciptanya, akan tetapi orang yang berakhlak buruk kepada Allah akan "menemui" ibadah seperti ini dengan keluh kesah, kebencian. Dan andaikata ia tidak takut kepada suatu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;perkara yang tidak baik akibatnya niscaya ia tidak akan berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Contoh yang lain adalah shalat :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Tidak dapat diragukan lagi bahwa puasa adalah ibadah yang berat bagi sebagian manusia, dan shalat itu ibadah yang berat bagi orang-orang munafik, sebagaimana sabda Nabi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya' dan shalat subuh" (Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;akan tetapi shalat bagi orang yang beriman adalah "qurratu aini" (penghibur hati) dan menenangkan jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' , (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya". (Al Baqarah : 45-46)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Shalat bagi orang yang beriman bukanlah hal yang berat, bahkan shalat itu ringan dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mudah (bagi mereka yang beriman). Oleh karena itu Nabi &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;bersabda :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Diiadikan pelipur lara hatiku dalam shalat"&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;(Hadits riwayat Ahmad, An Nasa'i dan Hakim dan ia berkata hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim, dan menyetujuinya Adz Dzahabi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Maka berakhlak baik kepada Allah dalam masalah shalat ini, yaitu anda menunaikan shalat dengan lapang dada, tenang, dan kedua matamu mendapatkan pelipur lara jika engkau sedang mengerjakan dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menunggunya jika waktu shalat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;telah lewat, maka jika engkau telah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengerjakan shalat subuh, engkau dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kerinduan kepada shalat dzuhur, dan jika engkau telah shalat dzuhur engkau dalam kerinduan kepada shalat ashar, dan jika engkau telah mengerjakan shalat ashar engkau dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kerinduan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepada shalat maghrib, dan jika engkau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;shalat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maghrib engkau dalam kerinduan kepada shalat 'isya'. Dan jika engkau telah &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;selesai mengerjakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;shalat isya engkau dalam kerinduan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kepada shalat subuh. Demikianlah, hatimu selalu teringat dengan shalat-shalat. Hal seperti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak dapat diragukan lagi termasuk berakhlak baik kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan kami berikan contoh ketiga dalam masalah muamalah : Dalam masalah muamalah, Allah mengharamkan riba bagi kita dengan pengharaman yang jelas dalam Al Qur'an :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba" (Al Baqarah : 275)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan Allah berkata tentang riba :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari PenciptaNya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya" (Al Baqarah : 275)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Allah mengancam orang yang kembali melakukan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;riba sesudah datang kepadanya nasehat dan mengetahui hukumnya dengan ancaman akan memasukkannya kekal kedalam neraka, (kita mohon perlindungan kepada Allah darinya).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Orang yang beriman akan menerima hukum ini dengan lapang dada, ridha dan menyerah (tunduk). Adapun orang yang tidak beriman, ia tidak akan menerimanya dan hatinya sempit dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hukum ini. la akan berusaha mengadakan berbagai siasat dan cara, karena kita mengetahui bahwa didalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;riba terdapat penghasilan yang pasti keutungannya dan tidak terdapat didalamnya perniagaan yang belum diketahui (untung dan rugi), akan tetapi pada hakikatnya riba adalah penghasilan bagi seseorang dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penganiayaan bagi yang lain. Oleh karena Itu Allah berfirman :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya" (Al Baqarah : 279)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Adapun Perkara Ketiga dalam Pembahasan Berakhlak Baik Kepada Allah Adalah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Ridha dan sabar pada taqdir - taqdir Allah, dan kita semua telah mengetahui bahwa taqdir - taqdir Allah yang Allah timpakan kepada mahluk-Nya, sebagiannya sesuai dan sebagiannya tidak disukai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Apakah sakit disukai manusia ? (tidak sama sekali). Manusia menyukai sehat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Apakah kefakiran disukai manusia ? Tidak, manusia menyukai menjadi orang kaya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Apakah bodoh disukai manusia ? tidak, manusia menyukai menjadi seorang yang pandai (alim).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Akan tetapi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;taqdir Allah dengan hikmah-Nya bermacam - macam, sebagiannya ada yang disukai manusia dan ia lapang dada dengan taqdir sesuai dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tabiatnya, dan sebagiannya tidak demikian halnya. Maka bagaimanakah berakhlak baik kepada kepada Allah terhadap taqdir-taqdir-Nya?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Berakhlak baik kepada Allah berkenaan dengan taqdir-taqdir-Nya adalah dengan sikap engkau&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ridha dengan apa yang Allah taqdirkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bagimu. Dan hendaknya engkau merasa tenang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pada taqdir &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itu, dan hendaknva engkau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengetahui bahwa tidaklah Allah mentakdirkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bagimu melainkan dengan hikmah dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tujuan yang terpuji serta patut dipuji dan syukur. Dan berdasarkan hal ini, berakhlak baik kepada Allah berkenaan dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;taqdir - taqdirNya adalah ridha, menyerah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan merasa tenang. Oleh karena itu Allah memuji orang-orang yang sabar yaitu orang-orang yang apabila ditimpa dengan suatu musibah mereka berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita kembali"(AlBaqarah: 156) .&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan Allah berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" (Al Baqarah: 155)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan kita meringkas pembahasn yang di atas bahwa berakhlak baik sebagaimana terjadi kepada makhluk juga terjadi kepada Al Khalik (Allah), dan yang dimaksud &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berakhlak baik kepada Allah adalah menerima Al Qur ' an dengan membenarkanny a, dan ' 'menemui' ' hukum-hukumnya dengan menerima serta mengamalkannya, dan menerima taqdir-taqdirNya dengan sabar, dan &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;ridha, inilah yang dimaksud berakhlak baik terhadap Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Adapun berakhlak baik terhadap mahluk, sebagian &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ulama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt; &lt;span style="color:black;"&gt;menerangkan dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyebutkan dari Hasan Al Basri bahwa berakhlak baik adalah &lt;b&gt;: mencegah gangguan, dermawan &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;berwajah ceria.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Tigaperkara:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;1.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Mencegah gangguan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;2.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Dermawan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;3.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Wajah berseri-seri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;PERTAMA : Mencegah gangguan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Maknanya adalah bahwa seseorang mencegah (dirinya) untuk mengganggu orang lain, baik itu gangguan yang berhubungan dengan harta, jiwa, atau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kehormatan. Barangsiapa tidak menahan dirinya dari mengganggu orang lain, maka ia tidak mempunyai akhlak yang baik, dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ia berakhlak jelek. Rasulullah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;telah memberitahukan dihadapan sejumlah besar umat beliau (ketika beliau &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;menunaikan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;haji wada'):&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Sesungguhnya darah kalian dan harta kalian dan kehormatan kalian haram atas kalian sebagaimana keharaman hari kalian ini, pada bulan kalian ini, di negeri kalian ini" (hadits riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Jika seseorang berbuat aniaya kepada manusia dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;melakukan pengkhianatan, atau berbuat aniaya dengan memukul, dan kejahatan, atau berbuat aniaya kepada manusia dalam kehormatannya, atau mencela, atau ghibah (menggunjing hal-hal yang jelek), maka hal ini bukanlah termasuk berakhlak baik kepada manusia, karena ia tidak menahan (dirinya) dari mengganggu orang. Dan dosanya semakin besar manakala perbuatan aniaya itu dilakukan kepada seseorang yang mempunyai hak paling besar padamu. Berbuat jahat kepada kedua orangtua misalnya, lebih besar (dosanya) dari berbuat jahat kepada selain keduanya, dan berbuat jahat kepada karib kerabat lebih besar (dosanya) dan berbuat jahat kepada orang yang lebih jauh. dan berbuat jahat kepada tetangga lebih besar dosanya dari berbuat jahat kepada selain tetanggamu, oleh karena itu Nabi bersabda :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Demi Allah, demi Allah, demi Allah, tidaklah beriman". Ditanyakan kepada Nabi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: "Siapa wahai Rasulullah ?" beliau bersabda : "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dalam riwayat Muslim :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;“ Tidak akan masuk surga, seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;KEDUA : Dermawan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Maknanya yaitu engkau mendermakan kedermawanan. Dan Kedermawan itu artinya bukanlah sebagaimana yang difahami oleh sebagian manusia, yaitu engkau mendermakan harta (hanya bermakna ini), tetapi yang dimaksud dermawan adalah mendermakan jiwa, kedudukan dan harta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Jika kita melihat seseorang memenuhi kebutuhan manusia, membantu mereka, membantu mengarahkan mereka kepada seseorang yang mereka tidak mampu (menemuinya kecuali dengan perantaraannya) hingga berhasil (menemui) nya, atau menyebarkan ilmu diantara manusia, mendermakan hartanya kepada manusia, maka kami mensifatinya sebagai orang yang berakhlak baik, karena ia mendermakan kedermawanan, oleh karena itu Nabi bersabda :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kalian berada, ikutilah perbuatan jahat dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskan perbuatan jahat, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik" (Hadits riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Darimi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan makna hal itu adalah jika engkau dianiaya atau dipergauli dengan perbuatan buruk maka engkau memaafkan. Dan sungguh Allah telah memuji orang-orang yang memaafkan kesalahan manusia, Allah berfirman tentang penghuni surga :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;“ (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan" (All lmran:134)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan Allah berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Dan pema'afan kamu itu lebih dekat kepada takwa" (Al Baqarah: 237)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada" (An Nur: 22)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan Allah berfirman :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Maka barangsiapa mema'afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah" (Asy Syuura: 40)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Seseorang yang berhubungan dengan manusia lainnya, mesti akan mengalami suatu gangguan, maka sepatutnya sikapnya dalam menghadapi gangguan ini adalah hendaknya memaafkan dan berlapang dada. Dan hendaknya ia mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa sikap pemaaf dan lapang dadanya dan harapannya untuk mendapatkan balasan kebaikan kelak di akhirat (dapat mengakibatkan) permusuhan antara dia dengan saudaranya menjadi kasih sayang dan persaudaraan. Allah berfirman :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia" (Al Fushilat: 34)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Maka apakah yang lebih baik ? bersikap buruk atau baik ? (tentu) bersikap baik, dan perhatikanlah wahai orang yang mengerti bahasa Arab, bagaimana datang hasil yang diperoleh dengan "idza Al fujaiyyah" yang menunjukkan kejadian langsung dalam hasil yang diperolehnya:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia" (Al Fushilat : 34)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Akan tetapi apakah setiap orang mendapatkan petunjuk untuk mengamalkan hal ini ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Tidak,: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar" (Al Fushilat : 35)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan disini terdapat masalah :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Apakah kita memahami dari keterangan ini memaafkan orang yang berbuat jahat secara mutlak (merupakan tindakan) terpuji dan diperintahkan ? Akan tetapi, hendaknya kalian ketahui bahwa memaafkan itu akan terpuji, jika sikap memaafkan itu lebih terpuji. Maka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jika sikap memaafkan lebih terpuji, maka sikap itu lebih utama. Oleh Karena itu Allah berfirman :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Maka barangsiapa mema'afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah" (Asy Syuura: 40)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Allah menjadikan sikap memaaf diiringi dengan (kata) berbuat baik (pada ayat di atas). Maka apakah mungkin sikap memaafkan tanpa diiringi berbuat baik ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Jawabannya : Ya, mungkin, terkadang seseorang berani dan berbuat aniaya padamu, dan ia seorang yang dikenal jahat dan berbuat kerusakan oleh manusia. Kalau engkau memaafkannya ia akan terus dalam perbuatan jahatnya dan berbuat kerusakan. Maka sikap apakah yang lebih utama dalam kondisi ini ? kita maafkan atau kita membalas kejahatannya ? yang lebih utama adalah membalas kejahatannya. Karena dengan sikap ini terdapat sikap berbuat baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : "Memperbaiki itu wajib, dan memaafkan itu dianjurkan".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Maka jika dalam sikap memaaf itu terlewatkan sikap berbuat baik, maka maknanya bahwa kita mendahulukan anjuran daripada kewajiban, dan hal ini tidak ada dalam syariat. Dan Ibnu Taimiyyah benar (semoga Allah merahmatinya). Dan pada kesempatan ini saya ingin untuk mengingatkan atas suatu masalah yang dilakukan oleh banyak manusia dengan maksud berbuat baik. Yaitu suatu kejadian menimpa seseorang lalu orang lain meninggal disebabkannya. Maka datanglah keluarga terbunuh lalu meminta tebusan (sebagai pengganti hukuman mati) terhadap pelaku, maka apakah perbuatannya itu terpuji dan dianggap sebagai sikap berakhlak baik ? atau apakah dalam masalah ini ada perinciannya ? Ya benar, yang demikian itu ada perinciannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Kita harus memerhatikan dan memikirkan terhadap pelaku kejadian ini, apakah dia dan kalangan orang yang sudah dikenal dengan sikapnya yang ngawur (tidak hati-hati) ? ataukah dia dari orang yang berkata: "Aku tidak peduli menubruk seseorang, karena uang diyatnya (tebusannya) ada dilaci". Kita berlindung diri kepada Allah dari yang demikian itu. Ataukah ia termasuk dari kalangan orang yang tertimpa kejahatan bersamaan dengan sikapnya yang hati-hati dan sadar, akan tetapi Allah telah mentaqdirkannya? Jawabannya adalah : "kalau orang ini dari bentuk yang kedua maka memaafkan adalah lebih utama, akan tetapi sebelum memaafkan (walaupun dalam bentuk yang kedua) wajib kita lihat apakah mayit meninggalkan hutang atau tidak ? jika meninggalkan hutang yang belum terbayar maka kita tidak mungkin memaafkannya".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan kalau kita memberikan maaf, maka pemberian maaf kita tidak dianggap. Dan masalah ini barangkali lalai darinya kebanyakan manusia. Mengapa kita mengatakan bahwa sebelum memaafkan wajib kita melihat apakah mayit mempunyai hutang atau tidak ? Mengapa kita mengatakan yang demikian ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Karena para ahli waris menerima hak tebusan dari mana ? dari mayit yang ditimpa keiadian dan tidaklah hak menerima tebusan diberikan kecuali sesudah hutang mayit dibayar. Oleh karena itu tatkala Allah menyebutkan tentang warisan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dia berfirman :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"(Pembagian-pembagian tersebut di atas} sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat"(AnNisa:11)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Permasalahan ini tidak banyak diketahui oleh kebanyakan orang, oleh karena itu kami berkata : "jika terjadi kejadian atas seseorang, maka sebelum memaafkan pelaku kita lihat dulu keadaan pelaku perbuatan terlebih dahulu, apakah ia termasuk orang-orang yang ceroboh atau bukan ? dan kita melihat keadaan korban, apakah ia mempunyai hutang atau tidak ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Intinya : bahwa termasuk berakhlak baik adalah dengan cara memaafkan manusia, dan ini termasuk sikap mendermakan kedermawanan, karena mendermakan kedermawanan itu bisa dengan cara memaafkan, atau menjatuhkan hukuman, atau menggugurkan hukum.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;KETIGA : Wajah Berseri-seri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Yaitu seseorang berwajah ceria, dan kebalikan berwajah ceria adalah bermasam muka, oleh karena itu Nabi bersabda :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Janganlah meremehkan sesuatu kebaikan walaupun engkau berjumpa dengan saudaramu dengan wajah berseri-seri" (hadits riwayat Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Berwajah ceria akan memasukkan rasa senang pada orang yang engkau jumpai dan orang yang berhadapan denganmu, mendatangkan rasa kasih sayang dan cinta, mendatangkan kelapangan dalam hati, bahkan mendatangkan rasa lapang dada bagimu dan orang-orang yang bertemu denganmu - cobalah niscaya akan kamu dapatkan ! Akan tetapi jika engkau bermuka masam, maka orang lain akan lari darimu, mereka akan merasakan ketidaksukaan untuk duduk denganmu serta berbicara denganmu. Dan boleh jadi kamu akan ditimpa penyakit yang berbahaya yaitu yang dinamakan dengan tekanan (batin). Karena berwajah ceria adalah obat yang mencegah dari penyakit ini, yaitu penyakit tekanan (batin). Oleh karena itu para dokter menasehati orang yang ditimpa penyakit ini untuk menjauhi dari hal-hal yang membangkitkan rasa marah. Karena hal itu akan menambah penderitaannya, maka berwajah ceria akan memusnahkan penyakit ini, karena manusia akan merasakan lapang dada dan dicintai mahluk.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Ini adalah tiga dasar, di mana pada tiga hal inilah berkisar sikap berakhlak baik dalam bermuamalah dengan mahluk.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan dari hal yang sepatutnya diketahui dalam berakhlak baik adalah bergaul dengan baik. Yaitu dengan cara seseorang bergaul dengan temannya, sahabatnya, karib kerabatnya dengan pergaulan yang baik, tidak membikin kesusahan dan kepedihan mereka, tetapi mendatangkan rasa gembira sesuai dengan batasan-batasan Syariat Allah. Dan batasan ini haruslah batasan yang berdasarkan Syariat Allah, karena diantara manusia ada orang yang tidak gembira kecuali dengan perbuatan maksiat kepada Allah, (kita berlindung kepada Allah dari yang demikian itu), yang demikian tidak kita setujui. Akan tetapi memasukkan rasa senang kepada orang yang berhubungan denganmu dari kalangan keluarga, teman, karib kerabat adalah termasuk berakhlak baik, oleh karena itu Nabi bersabda :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku (terhadap) keluargaku adalah orang yang terbaik diantara kalian", (hadits riwayat Ahmad, Ibnu Majah, dan Baihaqi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan sangat disayangkan banyak diantara manusia berakhlak baik kepada orang lain, akan tetapi mereka tidak berakhlak baik kepada keluarganya, ini adalah sikap yang salah dan membalikkan hak-hak, bagaimana mungkin kamu berbuat baik kepada orang-orang jauh dan berbuat jelek kepada kerabat dekat ? kerabat dekat adalah manusia yang paling berhak kamu berhubungan dan bergaul dengan baik. Oleh karena itu bertanya seorang lelaki kepada Rasulullah :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku berbuat baik padanya?" Rasulullah menjawab : "Ibumu", lalu ia bertanya lagi : "lalu siapa ya Rasulullah ?" Beliau menjawab: "Ibumu", lalu lelaki itu bertanya lagi: "lalu siapa ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "ayahmu". Pada jawaban pertanyaan ketiga atau keempat. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Intinya : bahwasanya bergaul dengan baik kepada keluarga, sahabat-sahabat, kerabat terdekat, semua itu termasuk berakhlak baik. Dan sepatutnya kita di tempat ini (tempat syaikh Utsaimin menyampaikan ceramah) menampakkan keberadaan pemuda dimana kita membiasakan mereka untuk berakhlak baik, agar tempat ini menjadi tempat pendidikan dan pengajaran, karena ilmu tanpa tarbiyah (mendidik) terkadang mudharatnya (akibat jeleknya) lebih besar dari manfaatnya, akan tetapi bersama dengan tarbiyah, ilmu akan memperoleh hasil yang dituju. Oleh Karena itu Allah berfirman :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;“ Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (All Imran : 79)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Ini adalah faedah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ilmu, dimana manusia akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi Rabbaniyyin artinya &lt;i&gt;pendidik hamba-hamba Allah di &lt;/i&gt;atas &lt;i&gt;syariat Allah.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan markas ini (tempat beliau ceramah), kami mengharapkan kepada pendirinya untuk menjadikannya sebagai tempat berlomba-lomba dalam berakhlak yang utama, diantaranya adalah berakhlak baik. Dan berakhlak baik bisa terjadi karena memang sudah tabiatnya atau karena mengupayakan untuk berakhlak baik (sebagaimana penjelasan lalu). Dan berakhlak baik karena memang sudah menjadi tabiat adalah lebih sempurna dari berakhlak baik karena mengusahakan untuk berakhlak baik. Dan kami telah mendatangkan dalil tentang hal ini yaitu sabda Rasulullah :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Itu telah Allah ciptakan untukmu"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan berakhlak baik yang dihasilkan dari mengusahakan untuk berakhlak baik, terkadang banyak hal terlewatkan, karena berakhlak baik dengan cara berusaha akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membutuhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;latihan, sikap menderita dan menahan, serta mengingat (untuk sabar)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika mendapatkan hal yang membikin marah dari manusia. Oleh karena datang seorang lelaki berkata kepada Rasulullah :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Wahai Rasulullah, berikan aku wasiat, Rasulullah bersabda : janganlah kamu marah"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan Nabi bersabda :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Bukanlah orang yang kuat itu pegulat, tetapi yang dinamakan orang kuat itu adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah" (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Bukanlah orang yang kuat itu pegulat, tetapi yang dinamakan orang kuat itu adalah orang yang mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menguasai dirinya ketika marah, yaitu orang yang bergulat dengan jiwany a dan menguasainya ketika marah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itulah orang yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Dan penguasaan manusia terhadap jiwanya dianggap termasuk dari akhlak-akhlak yang baik. Jika kamu marah maka janganlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meneruskan kemarahanmu, (tetapi) berlindunglah kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Jika kamu marah (dalam keadaan berdiri) maka duduklah, dan ketika kamu marah dalam posisi duduk maka berbaringlah, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika rasa marah bertambah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka berwudhulah hingga hilang darimu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rasa marah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Maksudnya kami mengatakan : bahwasanya berakhlak baik itu terjadi secara tabiat, dan juga dari upaya untuk berakhlak baik. Dan berakhlak baik yang dihasilkan dari tabiat adalah lebih utama ; karena sudah menjadi suatu perangai pada manusia. Dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segala keadaan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;( untuk berakhlak baik ).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akan tetapi berakhlak baik yang dihasilkan dari upaya terkadang terlewatkan dalam beberapa kondisi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Demikianlah kami katakan bahwa berakhlak baik dapat diperoleh dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengusahakannya, artinya seseorang membiasakan dirinya. Lalu bagaimanakah manusia dapat berakhlak baik ? manusia dapat berakhlak baik dengan hal-hal berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Pertama :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Melihat dalam Al Qur'an dan hadits Rasulullah, (yaitu) melihat dalil-dalil yang menunjukkan terpujinya akhlak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang agung ini. Dan seorang yang beriman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika melihat nash-nash yang memuji tentang akhlak atau amal perbuatan maka ia akan berusaha mengamalkannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Kedua :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Duduk dengan orang-orang yang baik dan shalih yang dipercaya dalam keilmuan mereka atau amanat mereka, Nabi bersabda :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;"Permisalan teman duduk yang baik dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi penjual minyak wangi tidak akan melukaimu, mungkin engkau membelinya atau engkau mendapatkan baunya. Sedangkan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu, atau engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap". (Hadits riwayat Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Maka wajib bagi kalian wahai pemuda, untuk berteman dengan orang-orang yang sudah dikenal berakhlak baik dan menjauh dari akhlak yang jelek, dan perbuatan yang hina, hingga engkau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengambil dari teman itu "madrasah" darinya engkau mendapatkan pertolongan untuk berakhlak baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Ketiga :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Hendaknya seseorang memperhatikan apa yang diakibatkan oleh akhlak buruknya, karena akhlak yang buruk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu dibenci, dan dijauhi, serta termasuk sifat yang jelek.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Maka jika seseorang mengetahui bahwa berakhlak buruk itu mengantarkan kepada hal ini, maka hendaknya ia menjauhinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;span style=";font-size:12pt;color:black;"  &gt;Kita memohon kepada Allah agar Dia menjadikan kita termasuk orang-orang yang berpegang kepada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya baik secara dhahir maupun batin, dan mewafatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita dalam keadaan yang demikian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini serta melindungi kita didunia akhirat. Dan (melindungi) hati kita dari ketergelinciran sesudah Dia memberi petunjuk kepada kita dan memberikan kepada kita rahmat-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pemberi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Disunting dari  Majalah Adz Dzakiirah dengan disertai beberapa  pengeditan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-4491923418589031580?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/4491923418589031580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=4491923418589031580&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/4491923418589031580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/4491923418589031580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/11/berakhlak-baik-dan-pentingnya-bagi.html' title='Berakhlak Baik dan pentingnya Bagi Penuntut Ilmu'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SwUJJnoc43I/AAAAAAAAAHw/K5q0TgJkBU4/s72-c/Water+lilies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-1810290424270335095</id><published>2009-10-29T03:08:00.002+07:00</published><updated>2009-10-29T03:15:37.712+07:00</updated><title type='text'>Akhwat Tangguh - Sumber Inspirasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SuimRAydWvI/AAAAAAAAAHo/5Fsm30LbpbI/s1600-h/Akhwat+Tangguh.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SuimRAydWvI/AAAAAAAAAHo/5Fsm30LbpbI/s320/Akhwat+Tangguh.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397746964603165426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kisah seorang akhwat yang berjuang hidup dari tumpukan sampah. Kisah tumpukan sampah yang membawanya duduk di bangku kuliah. Kisah bagi kita untuk belajar bersyukur!&lt;br /&gt;Namanya Ming Ming. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu. (can you imagine it ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di DAAI TV sore kemarin (26/5/2008). Di Trans TV juga disiarkan hari selasa kemarin, di acara KEJAMNYA DUNIA Sungguh episode yang membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ming Ming Sari Nuryanti (Mahasiswi Universitas Pamulang) Menjadi Pemulung untuk membiayai kuliah dan melanjutkan hidupnya (REALITA edisi 17, 28 April – 11 Mei 2008)&lt;br /&gt;Ming Ming Sari Nuryanti, Pangilannya Muna. Ia lahir di Jakarta, 28 April 1980 sebagai putri pertama dari tujuh bersaudara pasangan Syaepudin (45) dan pujiyati (42). Syaepudin, ayahnya, adalah seorang karyawan di sebuah tempat hiburan di daerah ancol, Jakarta Utara. Setiap hari ia mengumpulkan bola bowling . Sementara ibunya Pujiyati adalah seorang ibu rumah tangga sederhana. Lisa, adiknya yang pertama, duduk dibangku kelas 3 SMU Negeri I Rumpin. Melati, adiknya yang kedua, duduk dibangku kelas 2 di SMU yang sama. Kenny, adiknya yang ketiga, duduk dibangku kelas 6 SD Sukajaya. Sementara tiga adiknya yang lain juga masih sekolah disekolah yang sama. Romadon di kelas 5, Rohani di kelas 4 dan Mia di kelas 1.&lt;br /&gt;Pada tahun 1994, dengan ekonomi yang pas-pasan Muna bersama keluarganya mengotrak rumah sangat sederhana di daerah Kosambi, Cengkareng. Orang tua muna menggeluti usaha rempeyek untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang memang hasilnya tidak menjanjikan. Disela kehidupan yang cukup prihatin, Muna, yang pada waktu itu masih berusia 4 tahun menunjukan potensi dirinya yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Dalam usia yang sedini ini, ia memaksa orang tuanya untuk memohon kepada kepala sekolah SDN 02 Kosambi agar menerimanya sebagai murid kelas 1. Hasilnya menggembirakan, ia tidak mengalami masalah dan bahkan dapat naik ke kelas 2 dengan hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keluarga ming-ming Saat Muna beranjak kelas dua, yaitu tahun 1996 Muna bersama keluarga hijrah ke daerah Bogor, Rumpin. keluarga mereka membuka usaha warung makanan dengan modal yang pas-pasan. Setahun berjalan, usaha itu bangkrut. Hingga untuk bisa bertahan hidup mereka hanya mengkonsumsi bubur atau singkong. Hal itu berlanjut hingga lima tahun.&lt;br /&gt;Suatu hari, ada seorang teman ayah Muna yang memberitahu bahwa gelas dan botol bekas air mineral dapat dijadikan uang . Saat itu juga serentak seluruh keluarga mengumpulkan gelas dan botol bekas air mineral. Hampir setiap hari keluarga mereka berbondong-bondong keluar sambil membawa karung dan terkadang pulang hingga jam tiga pagi. Gelas bekas yang dikumpulkannya ini dihargai delapan ribu rupiah untuk setiap kilonya. Dalam sehari Muna dapat mengumpulkan sebanyak satu karung gelas plastik bekas atau seberat satu kilo gram.&lt;br /&gt;Dari usaha yang baru ini membawa sedikit angin segar bagi keluarga Muna, terlebih bagi dirinya sendiri yang memang sangat bersemangat untuk menempuh pendidikan setinggi tingginya. Dalam keadaan yang sulit sekalipun prestasi belajarnya cukup menggembirakan. Semenjak SD hingga SMU Muna selalu mendapat peringkat tiga besar. Sebelum meninggalkan bangku SMU ia pernah mendapat juara 2 lomba puisi dan ia pun masuk kedalam sepuluh besar lomba membawakan berita pada peringatan hari bahasa pada waktu itu. Pada bangku kuliah pun ia masuk dalam peringkat sepuluh besar pada universitas Pamulang jurusan akuntansi. Potensi inilah yang membakar semangatnya dan memperoleh dukungan keluarga untuk terus belajar.&lt;br /&gt;Tahun ajaran 2007-2008 masih dalam keadaan cukup prihatin Muna memberanikan diri mencicipi bangku kuliah. Tekadnya bulat untuk memilih jurusan akuntansi yang dalam benaknya dapat memudahkan mencapai cita-citanya untuk dapat bekerja pada Bank Indonesia. Dengan biaya kuliah Rp. 900.000 per semester dapat dicicilnya setiap bulan sebesar Rp. 150.000. Jadi, apabila ia ingin kuliah maka ia pun harus bekerja keras siang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat dalam belajar dan bersabar dalam meniti jalan kehidupannya membuat muna dapat dikatakan memiliki suatu yang lebih diantara kawan sebayanya. Meskipun terkadang hanya makan sekali dalam sehari tidak membuatnya kehilangan energi dalam menuntut ilmu. Muna yang memang dikenal juga anak yang pandai bergaul dan periang ini bergabung bersama kawan-kawannya di UKM MUSLIM. . Keprihatinan yang dialami keluarga Muna baru diketahui ketika kawan-kawannya berkunjung ke rumahnya. Semenjak itu, ia semakin mendapat perhatian dari pengurus UKM MUSLIM dan kawan-kawannya dengan memberinya bantuan yang memang jumlahnya belum cukup signifikan.&lt;br /&gt;Ust. Harist, salah seorang Pembina MUSLIM merekomendasikan Muna untuk mendapat bantuan beasiswa melalui DPU DT. Alhamdulillah, setelah mengikuti seleksi akhirnya Muna lolos menjadi anggota program BEA MAHAKARYA DPU DT. Dalam program BEA MAHAKARYA ini selain mendapat bantuan finansial ia juga memperoleh serangkaian pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi bekal bagi dirinya kedepan. Muna terlihat semakin optimis mengejar cita-citanya. Selain itu pula atas usaha dan dukungan kawan-kawannya ia dapat diliput dibeberapa media cetak dan elektronik yang mudah mudahan dapat dijadikan pintu keluar bagi keprihatinan yang ia alami sekeluarga selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dtjakarta.or.id/content/view/262/66/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-1810290424270335095?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/1810290424270335095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=1810290424270335095&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/1810290424270335095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/1810290424270335095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/10/akhwat-tangguh-sumber-inspirasi.html' title='Akhwat Tangguh - Sumber Inspirasi'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SuimRAydWvI/AAAAAAAAAHo/5Fsm30LbpbI/s72-c/Akhwat+Tangguh.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-6019346406493414753</id><published>2009-10-27T05:53:00.003+07:00</published><updated>2009-10-27T06:54:05.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amalan Sunnah'/><title type='text'>Amalan - Amalan Yang Kekal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SuY2c291YBI/AAAAAAAAAHg/ZQHmzFZcLDs/s1600-h/al-quran2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SuY2c291YBI/AAAAAAAAAHg/ZQHmzFZcLDs/s320/al-quran2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397061072869220370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. MENJAWAB ADZAN&lt;br /&gt;Rasulullah as bersabda, "Barangsiapa ketika mendengar adzan me-ngucapkan,&lt;br /&gt;[ "Ya Alloh,Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shatat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi Sholallohu 'Alaihi Wassalam ) dan keutamaan kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati kedudukan yang terpuji, yang telah Engkau janjikan" ], maka ia akan mendapatkan syafa'atku pada hari Kiamat. "(HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SHALAT DUA RAKA'AT SETELAH WUDHU&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Tidaklah seseorang berwudhu, dengan menyempurnakannya, lalu melaksanakan shalat dua raka'at dan la melaksanakannya dengan hatl dan wajahnya (konsentrasi), melainkan telah pasti (wajib) baginya surga. "(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. BERSEGERA MELAKSANAKAN SHALAT&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda : "Andaikata manusia mengetahui pahala yang ada pada adzan dan shaf pertama, kemudian tidak mendapati selain harus melakukan undian. niscaya mereka akan melakukannya. "(HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PERGI KE MASJID&lt;br /&gt;Rasululllah bersabda, "Barangsiapa yang pergi ke masjid di pagi hari atau sore harinya, maka Allah akan menyediakan baginya hidangan di dalam surga setiap pagi atau sore. "(HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. MEMPERBANYAK SHALAT&lt;br /&gt;Rasuluilah bersabda, "Hendaklah kamu memperbanyak sujud (shalat} sebab tidaklah kamu sujud sekali kepada Allah, melainkan dengannya Dia akan mengangkat derajatmu dan menghapus dosa (kecil)-mu. "(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. SHALAT SUNNAH RAWATIB&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang Muslim melaksanakan shalat sunnah, selain fardhu karena Allah setiap hari sebanyak dua belas raka'at, maka Allah akan mernbangun untuknya rumah di surga." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. SHALAT SUNNAH SHUBUH&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Dua raka'at Fajar (sebelum Shubuh) lebih baik dari dunia dan seisinya."(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. SHALAT DHUHA&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Setiap tulang rusuk salah satu dari kamu&lt;br /&gt;bernilai sedekah; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan&lt;br /&gt;'alhamdulillah') adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan 'Laa Ilaaha Illallah')&lt;br /&gt;adalah sedekah, setiap takbir (ucapan 'Allahu Akbar'} adalah sedekah,&lt;br /&gt;amar ma'ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah dan termasuk&lt;br /&gt;bagian dari itu dua raka'at shalat Dhuha. "(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. SHALAT JENAZAH&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang menghadiri jenazah hingga menshalatkannya, maka ia mendapatkan satu Qirath dan barangsiapa yang menghadirinya hingga dikuburkan, maka ia mendapatkan dua Qirath." Lalu ada yang bertanya, "Apakah dua Qirath itu. ?" Beliau menjawab, "Seperti dua gunung yang besar." (HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. ZIKIR SETELAH SHALAT&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Barangsiapa mengucapkan tasbih (mengucapkan 'subhanallah') di setiap akhir shalat sebanyak 33 kali, mengucapkan hamdalah (mengucapkan 'al hamdulillah') sebanyak 33kaii, bertakbir (mengucapkan 'Allahu Akbar') sebanyak 33 kali lalu sebagai penyempurna (bilangan) seratus ia mengucapkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[" Tiada Tuhah yang berhak disembah dengan haq selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu]. maka Alloh akan mgngampuni dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. MEMBACA AYAT KURSI&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda. "Barangsiapa yang membaca ayat Kursi setiap akhir shalat wajib, maka tidak ada yang manghalanginya masuk surga selain kematian," (HR. an-Nasa-i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. PUASA&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Barangsiapa berpuasa sehari dijalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka selama tujuh puluh tahun perjalanan."(HR,Ahmad dan an-Nasa-i)&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda, "Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa setahun,"(HR, Anmad, at-Tirmidzi dan an-Nasa-i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. MEMBACA AL-QUR'AN&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia mendapatkan satu kebaikan (pahala) dan satu kebaikan itu bernilai sepuluh kali lipatnya. "(HR, at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. SHALAWAT KEPADA NABI&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Barangsiapa mengucapkan satu kali shalawat kepadaku, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali."(HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. TASBIH, TAHMID DAN TAHLIL&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mengucapkan,&lt;br /&gt;["Tiada Tuhan (yang berhak disembah dengan haq) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari seratus kali, maka ia mendapatkan pahala setara membebaskan sepuluh budak, dicatat baginya seratus pahala, dihapus darinya seratus dosa dan ia mendapatkan penjagaan dari syaithan pada hari itu hingga sore hari. Dan tidak ada seorang pun melakukan yang lebih balk darinya melainkan orang yang melakukan lebih banyak dari itu. "(HR. al-8ukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda, " Barangsiapa yang mengucapkan 'subhanallah wa bihamdihi' dalam sehari sebanyak seratus kali, maka akan dihapus dosa-dosanya sekali pun sebanyak buih di lautan." (HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mengucapkan Maha Sucl Allah, segala puji hanya bagiNya, tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq salain Dia, Allah Maha Besar", Make akan ditanamkan untuknya sabuah pohon kurma di surga." (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh bsrsabda, "Tidaklah seorang hamba mangucapkan di pagi dan sore hari sebanyak tiga kali,&lt;br /&gt;[ Aku rela Alloh sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul ], melainkan sudah manjadi hak Alloh untuk meridhainya pada hari Kiamat " (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh barsabda, la haula wa la quwwata illa billah' adalah salah satu dari sekian banyak perbendaharaan surga. "(HR, an-Nasa-i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh bersabda, "Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dlcintai Alloh Ar-Rahman; subhanalloh wa bihamdihi subhanallohil 'azhim."(HR. al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh bersabda, "Aku telah mengucapkan empat kalimat yang aku ulang sebanyak tiga kali lebih baik dari yang kamu ucapkan,[Maha suci Alloh, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan Arsy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya." ( HR. Muslim dan Abu Dawud )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. MENYANTUNI PARA JANDA DAN ORANG-ORANG MISKIN&lt;br /&gt;Rasuluilah bersabda, "Penyantun janda dan orang miskin adalah seperti Mujahid di jalan Alloh. " Aku mengira (periwayat hadits~penj) Beliau melanjutksn, "dan seperti orang yang melakukan shalat malam tanpa henti-henti dan seperti orang yang berpuasa tanpa pernah berbuka." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. MENJENGUK ORANG SAKIT&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda. "Tidaklah seorang Muslim menjenguk saudaranya sesama Muslim yang sedang sakit di waktu pagi malainkan tujuh puluh ribu malaikat mengucapkan shalawat atasnya (mendoakannya) hingga sore hari, Dan tidaklah ia menjenguknya di waktu sore, melainkan tujuh puluh ribu malaikat mengucapkan shalawat atasnya (mendoakannya)hingga pagi hari dan ia memiliki kebun di surga. "(HR, at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. MENGUCAPKAN ALHAMDULILLAH SETELAH MAKAN&lt;br /&gt;Rasululloh bersabda, "SBarangsiapa yang telah menyantap makanan lalu m&amp;ngucapkan,&lt;br /&gt;[Segala puji bagi Alloh Yang telah memberi (makanan kepadaku) yang ini dan menganugrahkan rizqi dengan tanpa daya dan upaya dariku], maka akan diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu. " (HR, At-Tirmidzi dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. MEMBACA DO'A 'KAFARATUL MAJELIS' (PENUTUP MAJLIS)&lt;br /&gt;Rasululloh bersabda, "Barangsiapa yang duduk di suatu majelis dan banyak salah, lalu sebelum beranjak dari majelis tersebut, la mengucapkan,&lt;br /&gt;[ Maha suci Engkau, Ya Alloh... Dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu], melainkan diampuni baginya dosa yang terjedi di majelis itu.'( HR. at -Tirmidzi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. MENDIDIK ANAK-ANAK PEREMPUAN&lt;br /&gt;Rasululloh bersabda, "Barangsiapa yang diberl suatu cobaan (dengan memiliki) anak~anak perempuan ini, lalu ia mamperlakukan mereka dangan baik, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dan api neraka."(HR.Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. AKHLAQ YANG BAIK&lt;br /&gt;Rasululloh bersabda, "Tidak ada sesuatu pun dalam timbangan seorang Mukmin yang lebih berat dari akhlaq yang baik pada hari Kiamat. " ( H R . at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh Daar Ibn al - Atsir  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-6019346406493414753?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/6019346406493414753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=6019346406493414753&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/6019346406493414753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/6019346406493414753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/10/amalan-amalan-yang-kekal.html' title='Amalan - Amalan Yang Kekal'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SuY2c291YBI/AAAAAAAAAHg/ZQHmzFZcLDs/s72-c/al-quran2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-2408425508169319577</id><published>2009-10-23T06:37:00.005+07:00</published><updated>2009-10-26T13:46:11.043+07:00</updated><title type='text'>BIODATA IBLIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SuDwpGeHKjI/AAAAAAAAAFA/O9NmeWvIE9I/s1600-h/Fire.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SuDwpGeHKjI/AAAAAAAAAFA/O9NmeWvIE9I/s320/Fire.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395576942492068402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;NAMA IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Abdullah bin Abbas berkata : “ Sewaktu ia bersama para malaikat namanya “Azazil ( Bahasa Suryaniyah ), atau Al Harits dalam bahasa Arabnya. Setelah ia membangkang terhadap perintah Allah dan diusir dari surga serta dilaknat, ia bernama Iblis.” ( Kitab Tafsir Al Qurthubi: 1/ 295 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• “ Dan ( ingatlah ) tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, ‘ Sujudlah kamu semua pada Adam!’ Lalu mereka semua sujud kecuali Iblis. Dia berkata, ‘Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” ( QS. Al Isra : 61 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KETURUNANNYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ سَلْمَان قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم-: لاَ تَكُن أوَّلَ مَنْ يَدْ خُلُ السُّوْقَ,وَلاَ آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا. فَفِيْهَا باَ ضَ الشَّيْطَا نُ وَفَرَخَ. ( رواه الطبرا ني )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman berkata, Rasulullah  SAW bersabda, “ Jangalah kamu menjadi orang yang pertama kali masuk pasar, dan jangalah menjadi orang yang terakhir kali keluar dari pasar. Karena dipasarlah syetan bertelur dan beranak – pinak.” ( HR. Ath Thabrani ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UMUR IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata : “ Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka di bangkitkan!’ Allah berfirman, “ Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”. ( QS. Al – A’raf : 14 – 15 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JIN ITU MATI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Iblis yang diberi tangguh dan dispensasi umur panjang sampai hari kiamat  oleh Allah SWT &lt;br /&gt;عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رصي الله عنهما – أنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَقُوْلُ : أعُوْذُ بِعِزِّتِكَ الَّذِيْ لاَإِلَهَ إِلاَّأنْتَ,الَّذِيْ لاَ يَمُوْ تُ, وَالْجِنُّ وَالإنْسُ يَمُوْ تُو نَ. ( رواه البخاري ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas Berkata, Rasulullah SAW berkata dalam do’anya, “ Aku berlindung kepada kemuliaan – Mu yang tiada Tuhan ( yang berhak disembah ) selain Engkau, yang tidak mati, sedangkan jin dan manusia akan mati.” ( HR. Bukhari, No. 6835 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;AGAMA IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekufuran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JABATAN IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMANDAN  UTAMA  AHLI NERAKA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;SINGGASANA IBLIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;عَنْ جَا بِرٍ, قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ – صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُوْ لُ : إِنَّ عَرْشَ إِبْلِيْسَ عَلَى الْبَحْرِ, فَيَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَيَفْتِنُونَ النَّاسَ. فَأعْظَمُهُمْ عِنْدَهُ, أعْظَمُهُمْ فِتْنَةً. ( رواه مسلم ) &lt;br /&gt;Jabir bin Abdullah berkata, “ Saya mendengar Rasulullah Bersabda, ‘ Sesungguhnya singgasana Iblis itu di lautan, dari situ ia mengutus balatentaranya untuk menggoda manusia. Tentara yang paling tinggi derajatnya disisinya adalah yang paling dahsyat godaannya.” ( HR. Muslim, No. 5031 )&lt;br /&gt;Dalam Riwayat Lain. Abu Said al Khudri berkata, Rasulullah pernah bertanya kepada Ibnu Shaid ( seseorang yang diindikasikan oleh para Shahabat sebagai Dajjal ), “ Apa yang sedang kamu lihat?’ Ia menjawab, ‘ Saya melihat singgasana di lautan yang dikelilingi ular – ular.’ Rasulullah menimpali, ‘ Ia sedang melihat singgasana Iblis”.  ( HR. Ahmad, No. 11203 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TEMPAT FAVORIT IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOILET &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ زَيْدِ بْنِ أرْقَمٍ – رضي الله غنه – قَا لَ : قَا لَ رَسُوْلُ الله – صلىالله عليه وسلم - : إِنَّ هَذِ هِ اْلحَشُو شَ مُحْتَضِرَةٌ, فَإِ ذَا أتَى اَحَدُ كُمْ الْخَلاَءَ, فَلْيَقُلْ : أعُوْذُ باِ للهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ. ( رواه أحمد وابو داود وصححه الأ لبا ني ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid bin Arqam berkata, Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya tempat buang kotoran ( toilet ) suka ditempati syetan. Maka dari itu, apabila salah seorang dari kalian memasukinya hendaklah membaca : ‘ Aku berlindung kepada Allah dari ( kejahatan ) syetan laki – laki dan syetan perempuan.” ( HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan sheikh Al Albani ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SARANG IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata ; “ Syetan itu mendekam dalam hati manusia, apabila ia lalai maka ia akan melakukan  gangguan ( was – was ), tetapi bila ia berdzikir maka maka syetan itu akan hengkang.” ( Kitab Tafsir Ibnu Katsir : 4 / 576 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TENTARA IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أبَا ذَ رٍّ, تَعَوَّذْ بِا للهِ مِنْ شَرِّ شَيَا طِيْنِ اْلإِنْسِ وَالْجِنِّ! قُلْتُ : يَا رَسُوْ لَ الله, وَلِلْإِنْسِ شَيَا طِيْنُ؟ قَالَ : نَعَمْ. ( رواه أحمد ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wahai Abu Dzar! Mohonlah perlindungan kepada Allah dari   ( kejahatan ) syetan manusia dan syetan jin.” Lalu Abu Dzar bertanya, ‘ Ya Rasulullah, apakah ada syetan manusia?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya.’ ( HR. Ahmad, No. 20566 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEKUATAN IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : “ Maka perangilah kawan – kawan syetan  itu, karena sesungguhnya tipu daya syetan itu sangat lemah.” &lt;br /&gt;( QS. An Nissa’ : 76 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEKUTU IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THAGHUT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MODAL IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angan – angan kosong dan Janji – janji Palsu &lt;br /&gt;“ Syetan itu memberikan janji – janji kepada mereka, dan membangkitkan angan – angan kosong kepada mereka. Padahal syetan tidaklah menjanjikan sesuatu kepada mereka selain tipuan belaka.” ( QS. AN Nissa : 120 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SENJATA IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAZYIN DAN NAFSU &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tidak sempurna iman seseorang, sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa ( Al Qur’an dan Hadits ).” ( HR. Hakim ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;STRATEGI BUSUK IBLIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;( Bujukan orang – orang munafiq itu adalah ) seperti ( bujukan ) syaitan ketika dia berkata kepada manusia : “ Kafirlah kamu “, maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, ‘ Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam.” ( QS. Al Hasyr : 16 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MOTTO HIDUP IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIADA HARI TANPA KEMUNKARAN DAN KEMAKSIATAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;MISI HIDUP IBLIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;MENYESATKAN SEMUA HAMBA ALLAH SWT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HOBBY IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : “ Syetan menjanjikan  ( menakut – nakuti ) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan ( kikir ); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada – Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas ( Karunia – Nya ) lagi Maha Mengetahui.”&lt;br /&gt; ( QS. Al Baqarah : 268 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LABORATORIUM IBLIS&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang buang hajat ( air besar ), hendaklah menimbunnya. Jika ia tidak menemukan kecuali menguruknya dengan pasir, hendaklah ia melakukannya.Karena syetan sangat suka bermain dibekas buang hajatnya anak adam. Barangsiapa yang bisa melakukan hal itu, maka ia telah melaksanakan kebaikan. Jika tidak bisa tidak apa – apa.”&lt;br /&gt; ( HR. Abu Daud, No. 32 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ALAT KOMUNIKASI IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMIMAH ( adu domba ) &amp;amp; TAJASSUS ( mencari – cari kesalahan orang ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Wail berkata bahwa ada seorang laki – laki yang melakukan namimah ( adu domba ). Lalu Hudzaifah ( sahabat Rasulullah ) berkata, “ Aku telah mendengar Rasulullah  bersabda, “ Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” ( HR. Muslim ) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-2408425508169319577?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/2408425508169319577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=2408425508169319577&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/2408425508169319577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/2408425508169319577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/10/biodata-iblis.html' title='BIODATA IBLIS'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SuDwpGeHKjI/AAAAAAAAAFA/O9NmeWvIE9I/s72-c/Fire.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-4604397634052567990</id><published>2009-10-20T06:09:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T07:30:44.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Masjid - Masjid Bersejarah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StzyhQaR8wI/AAAAAAAAAEA/9JUuR55HuBU/s1600-h/kubahmasjid.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StzyhQaR8wI/AAAAAAAAAEA/9JUuR55HuBU/s320/kubahmasjid.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394453106837811970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Jayakarta ke Tumenggung Mataram, Ketika VOC (Kompeni) menaklukkan Jayakarta (Mei 1619), JP Coen bukan saja menghancurkan keraton, tapi juga memporakporandakan masjid Kesultanan Jayakarta yang kini letaknya kira-kira di Kalibesar Timur. Pangeran sendiri dan para pengikutnya kemudian hijrah ke Jatinegara Kaum, dekat Pulogadung, Jakarta Timur. Mengikuti jejak Rasulullah, Pangeran Ahmad Jaketra di tempatnya yang baru membangun sebuah masjid yang diberi nama As-Salafiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masjid yang dijadikan markas inilah, pengeran dan para pengikutnya bergerilya melawan Belanda. Sekalipun sudah berusia hampir empat abad, masjid ini masih berdiri kokoh. Ini terlihat dari empat tiang utama terbuat dari kayu jati yang menjadi penyangga masjid tersebut. Sekalipun masjid ini sudah delapan kali di renovasi dan diperluas tapi empat tiang utama ini masih kita dapati. Hal yang sama juga masih terlihat pada masjid-masjid tua lainnya. Dari masjid As-Salafiah inilah, ia mengobarkan semangat jihad kepada para anak buahnya yang tetap setia. Sambil tidak henti-hentinya mengusik Belanda dalam upaya merebut kembali Jayakarta. Menurut sejarah versi Belanda, sampai 1670 Batavia tidak pernah aman dari gangguan keamanan akibat aksi gerilya ini. Ketika Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten menyerang VOC, Jatinegara Kaum kembali memegang peran penting sebagai pos terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi ketika balatentara Mataram melakukan dua kali penyergapan ke Batavia (1628 dan 1629). Seperti juga masjid-masjid tua lainnya, di samping kiri masjid terdapat makan-makam. Termasuk makam Pangeran Ahmad Jaketra, para keluarga dan pengikutnya. Adanya kuburan ini baru diumumkan pada 1956 bertepatan dengan HUT DKI ke-429. Dengan alasan Belanda sudah enyah dari bumi Indonesia, yang sebelumnya selalu dirahasiakan. Jatinegara Kaum mungkin merupakan kampung tertua di Jakarta, dengan penduduk aslinya bukan Betawi, mengingat waktu itu Jayakarta dikuasai Kerajaan Banten. Para penduduk asli juga menggunakan bahasa Sunda yang bersumber dari Banten, bukan bahasa Melayu dialek Betawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari Jatinegara Kaum, mari kita menuju ke Proyek Senen, Jakarta Pusat. Tapi kita bukan untuk berbelanja. Karena dibagian belakang dari proyek Senen, tepat di depan Gelanggang Remaja Planet Senen dan Stasion KA Senen juga terdapat sebuah masjid tua, Al-Arief namanya. Tidak diketahui pasti berapa usia masjid ini. Menurut seorang petugasnya, konon usianya lebih dari 200 tahun. Sayangnya, petugas ini tidak mau menjelaskan lebih rinci tentang masjid ini. Ia hanya menyatakan kecewa karena masjid tua yang dulunya terletak di Gang Jagal Senen tidak pernah mendapat bantuan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telantar, begitu ia mengistilahkan kondisi peninggalan sejarah ini. Di belakang masjid yang dapat menampung sekitar 500 jamaah ini, terdapat lima buah makam tua. Diantaranya makam Syekh Daeng Ariefuddin, pendiri masjid Al-Arief. Menurut seorang petugas, ia adalah keturunan Sultan Hasanuddin dari Sulawesi Selatan. Masjid ini pernah mau dibongkar pada masa Belanda, dan juga setelah kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berkat kegigihan pengurusnya dan umat Islam setempat, upaya membongkar masjid ini dapat digagalkan. Memang sampai tahun 1967 lokasi masjid ini di daerah hitam Planet Senen. Hingga didepannya seringkali mangkal para WTS dan hidung belang. Waktu itu ada pemeo : ''Mau menuju ke surga (masjid) atau ke neraka (tempat WTS) ada semua di sini''. Tapi sayangnya, para pengunjung lebih banyak menuju ke neraka! Di Pasar Senen, salah satu pasar tertua di Jakarta juga terdapat sebuah masjid tua lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid At-Taibin yang terletak disamping gedung Gas Negara. Didirikan oleh para pedagang Pasar Senen sejak 1815. Masjid ini juga dapat diselamatkan dari pembongkaran Segi Tiga Senen pada tahun 1980-an. Seperti juga masjid tua lainnya, masjid At-Taibin juga disangga oleh 4 tiang berjejer lurus, terbuat dari kayu jati hitam. Tiap tiang memiliki nama sesuai dengan pemberian orang-orang yang menyumbangnya. Tiang pertama bernama Hajjah Fulana binti Husain, kemudian berturut-turut Hajjah Jantiyah, Haji Muhammad bin Fulan, dan Haji Sarbi. Para penyumbang ini tentunya orang-orang yang hidup saat masjid ini dibangun. Saat revolusi kemerdekaan, masjid ini pernah juga dijadikan markas pasukan Siliwangi. Dari masjid-masjid inilah para ulama memberikan semangat kepada pejuang dalam melawan Belanda. Masjid terletak di Jl Senen Raya 4, Kalilio, Jakarta Pusat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-4604397634052567990?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/4604397634052567990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=4604397634052567990&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/4604397634052567990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/4604397634052567990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/10/masjid-masjid-bersejarah.html' title='Masjid - Masjid Bersejarah'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StzyhQaR8wI/AAAAAAAAAEA/9JUuR55HuBU/s72-c/kubahmasjid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-6258864353795099931</id><published>2009-10-20T06:02:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T07:31:15.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhasabah'/><title type='text'>“ Ya Alloh … Kenalkan aku dengan diriku …”</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StzwmM6fx1I/AAAAAAAAAD4/Kz2EbrJrzgM/s1600-h/jangan+menangis+ibu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StzwmM6fx1I/AAAAAAAAAD4/Kz2EbrJrzgM/s320/jangan+menangis+ibu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394450992775284562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara ciri – ciri kebahagiaan dan kemenangan seorang hamba adalah bila ilmu pengetahuannya bertambah, bertambah pula kerendahan hati dan kasih sayangnya. Setiap bertambah amal – amal sholih yang dilakukannya, bertambah pula rasa takutnya dan ke hati – hatiannya dalam menjalankan perintah Alloh. Semakin bertambah usianya, semakin berkuranglah ambisi – ambisi keduniannya, ketika bertambah hartanya bertambah pula kedermawanannya dan pemberiannya pada sesama. Jika bertambah tinggi kemampuannya dan kedudukannya, bertambah kedekatannya pada manusia dan semakin rendah hati pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya ciri – ciri kecelakaan seseorang adalah; jika bertambah ilmu bertambah kebanggaannya. Jika bertambah ilmu pengetahuannya, bertambah kesombongannya. Setiap bertambah amalnya, bertambah kebanggaanya pada diri sendiri dan penghinaannya pada orang lain. Bila semakin bertambah kemampuannya dan kedudukannya semakin bertambah pula kesombongannya.&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Alloh SWT membimbing hati dan langkah kita untuk tetap memiliki karakter orang – orang yang berbahagia dan menang. Semoga Alloh menjauhkan hati dan langkah kita dari karakter orang – orang yang terpedaya oleh ilmu, amal dan kemampuannya. Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Mengenali diri memang penting. “ Man Arofa Nafsahu, Arofa Robbahu…” Orang yang mengenal dirinya, akan mengenal Robbnya.” Begitu kata Ali RA. Rosululloh juga mengajarkan kita untuk lebih banyak bercermin dan mengevaluasi diri sendiri, ketimbang bercermin dan mengevaluasi orang lain. Orang yang sibuk oleh aib dan kekurangannya, kata Rosululloh lebih beruntung, ketimbang orang yang sibuk dengan kekurangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang, manfaat menjalani nasehat Rosululloh  ini adalah seperti dikatakan oleh Ibnul Qoyyim. “ Barangsiapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk memperbaiki diri sendiri daripada sibuk mencari – cari aib dan kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Genggam erat tali keimanan kita, kenalilah diri. Pahami kebiasaanya, rasakan setiap getarannya. Lalu berhati – hati dan kontrolah kemauan dan kecenderungannya. Waspadai kekurangannya dan manfaatkanlah kelebihannya. Berdo’alah pada Alloh agar ia menyingkapkan ilmu - Nya tentang diri kita. Sebagaimana senandung do’a yang dilantunkan Yusuf bin Asbat murid Sofyan Ats Tsauri, “ Allohumma Arrifnii Nafsi…” Ya Alloh, kenalkanlah aku dengan diriku sendiri…”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-6258864353795099931?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/6258864353795099931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=6258864353795099931&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/6258864353795099931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/6258864353795099931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/10/ya-alloh-kenalkan-aku-dengan-diriku.html' title='“ Ya Alloh … Kenalkan aku dengan diriku …”'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StzwmM6fx1I/AAAAAAAAAD4/Kz2EbrJrzgM/s72-c/jangan+menangis+ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-4526626291316809749</id><published>2009-10-19T00:51:00.000+07:00</published><updated>2009-10-20T05:55:05.533+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kristenisasi'/><title type='text'>1001 Cara Kristenisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttV4s0NBmI/AAAAAAAAABg/nJGJizrsotM/s1600-h/TKI_ktp2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttV4s0NBmI/AAAAAAAAABg/nJGJizrsotM/s320/TKI_ktp2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393999411297453666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;www.hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlDakwah.com--Berbagai cara ditempuh untuk melancarkan proyek kristenisasi. Ada yang memalsukan Al-Quran, pendeta mengaku haji, sampai upaya memurtadkan kiai ternama. Ada pula tokoh Muslim yang "mendukung" kristenisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawin antar-agama hanyalah salah satu cara kristenisasi. Lainnya, banyak. Menurut kristolog Abu Deedat Shihab, kaum misionaris dan zending perlu menempuh berbagai macam cara karena selama ini merasa gagal. Kini, kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkan ummat Islam dari agama, baru kemudian memurtadkannya. Abu Deedat merujuk pada Al-Quran Surat Al-Baqarah: 109, "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman..." Juga Al-Baqarah: 120, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyalemen Al-Quran itu memang benar. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, "Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq sebagaimana seorang Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plesetan Al-Quran &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Quran, sebagai tuntunan hidup ummat Islam, kini dimanfaatkan sebagai sarana kristenisasi. Tentu saja bukan Al-Quran sungguhan, tapi palsu. Salah satunya adalah The True Furqan, yang sempat beredar di internet dan menggegerkan publik Jawa Timur, awal Mei lalu. Dalam Al-Quran buatan Evangelis (Ev) Anis Shorrosh itu, ada surat bernama Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washaya yang isinya memuji-muji Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ada Al-Quran palsu, juga bertebaran buku-buku plesetan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits. "Cara ini yang sekarang paling banyak terjadi. Pemberian Supermie atau bantuan uang sudah tidak manjur lagi," tutur Abu Deedat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa cara itu ditempuh? Dalam wawancara dengan majalah Jemaat Indonesia (edisi 4 Juni 2001), Pdt R Muhamad Nurdin —Muslim murtad— menyebut trik itu sebagai cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. "Saya membuat buku agar dibaca umat Kristen, kemudian disalurkan kepada umat beragama lain. Saya tulis untuk kalangan sendiri, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian bagi orang Yahudi aku seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Itu cara yang hati-hati dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada vonis mati seperti untuk Suradi dan Poernama," ujarnya. Dua nama terakhir adalah pendeta yang divonis mati oleh Forum Ulama Ummat (FUU) Bandung karena menghina agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku Nurdin laku keras. Dalam tiga tahun, 5000 eksemplar ludes. Hasilnya, menurut penuturan Wakil Gembala Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Rawamangun Jakarta ini, banyak orang Islam yang akhirnya menerima Yesus alias murtad. "Bahkan ada yang menjadi penginjil." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh buku karangan Nurdin adalah Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar), As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam Al-Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain buku, juga bermunculan brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat. Judul yang dipilih pun seolah-olah Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya "Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as", "Kesaksian Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil", dan "Siapakah yang Bernama Allah itu?" Bertebaran pula stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku dan brosur itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak sekolah juga menjadi sasaran empuk. Siti Muflikhah, santri Pesantren At-Taqwa Bekasi, pernah mendapat surat berisi komik anak-anak dari sebuah lembaga yang menamakan diri Klab17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian anak-anak. Namun di bagian akhir ada pernyataan, "Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai juruselamat saya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaku Mantan Haji &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang kesehatan juga dibidik. Ini antara lain dialami keluarga Hartono, warga Kupang, Surabaya. Istrinya, Jam'iyah, sakit dan dirawat di RS RKZ Surabaya. Biaya yang harus dikeluarkan selangit sehingga Hartono yang cuma bekerja sebagai mandor kontraktor kebingungan. Datang misionaris menawarkan bantuan biaya pengobatan. Namun ada syaratnya: masuk Kristen. Hartono terpikat. Suami istri itupun akhirnya menjadi penganut Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang cukup sulit diidentifikasi adalah tipu daya dengan meniru adat atau kebiasaan komunitas Muslim. Di Cirebon, ada kelompok qasidah yang menyanyikan puji-pujian kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga dilakukan jemaat Kanisah (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) yang menyelenggarakan tilawatul Injil, memakai peci, ibadahnya mengamalkan shalat 7 waktu, memakai sajadah, dan mendendangkan qasidah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta-duta Injil (begitu kalangan Kristen menyebutnya —red) juga berani mengaku sebagai mantan ustadz, bertitel haji atau hajjah, atau anak kiai terkenal. Pengakuan-pengakuan seperti itu direkam dalam kaset dan diedarkan di tengah masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya di Cirebon, murtadin Ev Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alias Amin Al-Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian itu palsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi Ev Hj Christina Fatimah alias Tin Rustini alias Sutini alias Bu Nonot, pemberita Injil dengan memperalat Al-Quran di Gereja Bethel Pasir Koja, Bandung. Mengaku pernah berkali-kali menunaikan ibadah haji. Menurut penuturan Sumarsono, mantan suaminya, Sutini tidak pernah belajar di pesantren. Selama berkeluarga tidak pernah shalat. Memang dia pernah pergi ke Arab Saudi, bukan untuk ibadah haji tetapi menjadi TKW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak lagi kaset-kaset yang berisi rekaman kesaksian palsu, misalnya kesaksian HA Poernama Winangun alias H Amos, Pdt R Muhamad Nurdin, Pdt M Mathius, Pdt Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F Intan Duana, dan Ev Paulus Marsudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah dan Tawaran Kerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya sekolah yang kian mahal juga dimanfaatkan untuk menjerumuskan kaum Muslimin. Mereka mendirikan sekolah (yang seolah-olah) Islam, seperti Institut Teologi Kalimatullah Jakarta yang dikelola Yayasan Misi Global Kalimatullah. Juga ada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta, yang mempunyai kurikulum Islamologi bermuatan 40 sks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan kerja juga menjadi lahan subur. Ini misalnya dilakukan pasangan misionaris Robert Antony Adam dan Traccy Carffer di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Warga Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku utusan Yesus itu berhasil memurtadkan 123 orang Minang, dengan bekal jabatan konsultan kehutanan Global Partners Forestry Unit (GPFU). Robert-Traccy yang masuk Pesisir Selatan sejak Desember tahun silam, menawarkan rekayasa teknologi tepat guna pemberdayaan jati emas, pala super, dan kapas transgenik. Robert lantas menjual bibit jati mas, pala, dan kapas dengan harga 50% lebih murah daripada harga pasaran. Kalau mau dapat gratisan, bisa saja. "Asal masuk Kristen," ujar Masrizal, aktivis dakwah di Pesisir Selatan. Banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjual keyakinan karena terobsesi keuntungan jutaan rupiah. Untung misionaris ini segera dideportasi karena pelanggaran visa, pertengahan bulan lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus serupa terjadi di Bekasi. Bulan April lalu terbongkar praktik kristenisasi berbungkus lapangan kerja. Sekitar 50 orang Muslim asal Gorontalo dibawa ke Bekasi dengan janji akan dipekerjakan dan diberi beasiswa oleh Yayasan Dian Kaki Emas. "Tapi setelah sampai di sini, mereka dididik dan dipaksa pindah agama Kristen oleh Pendeta Edi Sapto," ungkap Hamdi, Ketua Divisi Khusus Forum Bersama Ummat Islam, dalam acara konferensi pers di Masjid Al Azhar, Klender Jakarta Timur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Muslim itu disekap, didoktrin ajaran Kristen, disuruh ikut kebaktian, dan dilarang shalat. Mereka juga diwajibkan memelihara babi-babi yang ada di kompleks yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar itu. Akhirnya kompleks kristenisasi terselubung itu digerebeg warga dan aparat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dukungan" Tokoh Muslim Liberal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek kristenisasi ternyata mendapat `dukungan' dari beberapa orang yang sering disebut cendekiawan Muslim. Tokoh-tokoh ini memperkenalkan paham liberalisme dan pluralisme yang kerap mengusung slogan `membangun dunia baru', dengan penyatuan agama dan melepaskan fanatisme agama. Salah satunya adalah Prof DR Said Agil Siradj, MA. Gagasan pluralnya antara lain tampak dalam pengantar buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Buku ini dikarang oleh Bambang Noorsena, pendiri Kanisah Ortodoks Syiria (KOS) di Indonesia.  Di situ Said Agil menulis bahwa KOS tidak berbeda dengan Islam. Secara al-rububiyyah, KOS mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang harus disembah. Secara al'uluhiyyah, telah mengikrarkan Laa ilaha ilallah (Tiada Ilah selain Allah) sebagai ungkapan ketauhidannya. Jadi dari tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda dengan Islam. Perbedaannya, menurut Said Agil, hanya sedikit. Jika dalam Islam (Sunni) kalam Tuhan yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad) dalam bentuk Al-Quran, maka dalam KOS kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus dan perawan Maryam menjadi Manusia (Yesus). Perbedaan ini tentu saja sangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teologi Islam. "Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk penghancuran aqidah," timpal Abu Deedat. &lt;br /&gt;Tokoh lainnya adalah DR Nurcholis Madjid. Dalam buku Pluralitas Agama, Kerukunan dalam Keragaman, Cak Nur menjelaskan bahwa pengikut Isa Almasih menyebut kitab Injil sebagai Perjanjian Baru berdampingan dengan kitab Taurat yang mereka sebut sebagai Perjanjian Lama. Kaum Yahudi tidak mengakui Isa Almasih dengan kitab Injil-nya, menolak ide Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru itu, namun Al-Quran mengakui keabsahan keduanya sekaligus. Dengan nada agak tinggi, Abu Deedat menyebut pendapat Cak Nur itu sebagai upaya pendangkalan aqidah. "Para pengikut Nabi Isa as (kaum Hawariyun) tidak pernah menyebut Injil sebagai kitab Perjanjian Baru. Nabi Isa sendiri tidak pernah menerima atau mengetahui kitab Perjanjian Baru karena Injil yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa bukanlah Perjanjian Baru yang isinya kebanyakan surat-surat Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Isa itu sendiri," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kedua tokoh di atas, Abu Deedat juga memasukkan Alwi Shihab sebagai tokoh pluralis. Sementara Adian Husaini dalam Islam Liberal menunjuk beberapa nama seperti dosen-dosen Universitas Paramadina (Komaruddin Hidayat, Budhy Munawar Rahman, Luthfi As-Syaukanie), dosen UIN Syarif Hidayatullah (Azyumardi Azra, Muhammad Ali, Nasaruddin Umar), dan beberapa nama lain yang menjadi kontributor Jaringan Islam Liberal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adian yang juga anggota Komisi Kerukunan antarumat Beragama MUI, melalui pluralisme, ummat Islam diprovokasi agar melapaskan aqidahnya. Tidak lagi meyakini agamanya saja yang benar, dan kemudian diajak untuk mengakui bahwa agama Kristen juga benar. "Teologi pluralis sebenarnya adalah pembuka pintu bagi misi Kristen dan sejalan dengan imbauan Paus Yohanes Paulus II agar misi Kristen terus dijalankan," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Kristen juga tak segan-segan "menyerang" tokoh-tokoh Muslim yang dikenal sebagai pejuang tegaknya syariat Islam. Misalnya KH Kholil Ridwan (Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan As-Syafiiyah, Jakarta). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 5 bulan lalu, keduanya mendapat kiriman brosur dari STT Apostolos. "Isinya tidak secara langsung mengajak kepada agama Kristen, namun mengajak saya agar masuk ke dalam Apostolos. Itu artinya Apostolos mengajak saya untuk masuk ke dalam agama Kristen," kata Abdul Rasyid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Rasyid segera melaporkan kejadian itu kepada aparat, sebab cara itu sudah melanggar ketentuan hukum, yakni larangan mengajak ummat suatu agama untuk masuk ke agama lain. Kemudian ada pemberitahuan dari aparat bahwa pihak Apostolos melalui Pdt Yusuf Roni membantah telah mengirim surat dan brosur itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terlepas dari benar tidaknya bantahan itu, yang jelas apa yang saya alami merupakan indikasi bahwa sasaran kristenisasi tidak hanya kalangan akar rumput, tapi juga ulama dan tokoh masyarakat," ujar Abdul Rasyid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yerikho 2000 dan Doa 2002 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001), James berencana membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi jaringan umat Kristiani.  Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam, pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi Lippo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik. Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan Galilea Ministry Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data tahun 1999 menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90% menjadi 75% (Siar No 43, 18-24 November 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan itu berkat kerja keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing, dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation, dan Korea Research Institute for Missions). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan di kawasan pinggiran Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini bertujuan "mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI". Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda, Jawa Barat adalah wilayah "paling gelap" di Indonesia dan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, "Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yerikho 2000 juga digerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program lainnya adalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19 Oktober 2001 sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh, Melayu Kalimantan, Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002 tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsa yang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim Betawi misalnya, harus didoakan oleh segenap orang Kristen pada tanggal 9 November 2001 lalu. Itu perlu dilakukan agar hati Bapa mengasihi dan merindukan orang Betawi. Selain itu, agar Bapa mengutus duta-duta kerajaan-Nya untuk mengembangkan pelayanan kesenian Betawi, literatur, dan radio dalam bahasa Betawi. Juga, agar Tuhan mencurahkan kuasa-Nya dan mengubah kehidupan orang-orang yang berpengaruh dalam suku Betawi, baik para penyanyi, penari, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, orang Kristen mendoakan Presiden Megawati dan beberapa pemimpin dunia. Harapannya, agar Megawati (dan para pemimpin) mendapat pewahyuan tentang Ketuhanan Yesus dan keluarganya datang mengenal Kristus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta-duta Injil juga sedang menggencarkan ritual Doa 5 Patok. Yakni meningkatkan doa 5 kali sehari dengan pelaksanaan minimal 30 menit lebih awal sebelum waktu shalat (bagi orang Islam). Tujuannya adalah untuk mengadakan penghadangan ruhani sekaligus pembersihan atmosfir ruhani agar kaum Muslimin dapat menerima Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ritualnya dilaksanakan sebelum waktu shalat ummat Islam, yakni subuh (mulai 03.15-selesai), pagi (10.30-selesai), siang (14.00-selesai), sore (17.00-selesai), dan malam (18.00-selesai). Pada Kamis malam, dilakukan doa semalaman dan peperangan ruhani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu. Awas, hati-hati!• (ahmad, dodi nurja, amz, pam) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kristenisasi melalui kesaksian-kesaksian Palsu via mantan muslim (murtadin) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1974, GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus pelecehan agama oleh Pendeta Kernas Abubakar Masyhur Yusuf Roni. Dalam ceramahnya, sang pendeta itu mengaku ngaku sebagai mantan kiyai, alumnus Universitas Islarn Badung dan pernah menjadi juri MTQ Internasional. Dia tafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an secara sangat ngawur. Kaset rekaman ceramah tersebut kemudian diedarkan secara luas kepada umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diusut tuntas, ternyata pengakuan pendeta itu hanyalah bohong belaka Yusuf Roni teryata tidak bisa baca Al-Qur'an. Dengan kebohongannya itu, Pendeta Pembohong Yusuf Roni diganjar penjara 7 tahun di Kalisosok, Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang sudah banyak melupakan kasus pelecehan Yusuf Roni, di Jakarta muncul pelecehan plus seribu dusta yang baru. Seseorang yang menamakan dirinya Pendeta Hagai Ahmad Maulana mengaku sebagai putra kandung kesayangan KH. Kosim Nurzeha. Ceramahnya di gereja pun beredar luas di kalangan masyarakat. Setelah diselidiki, terkuaklah kebohongan besar pendeta Hagai Ahmad Maulana. Sebab belum pernah istri KH. Kosim Nurzeha melahirkan Ahmad Maulana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Padang, trik yang sama dipakai untuk menggoyang akidah umat. Seseorang yang menamakan dirinya Pendeta Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, namanya menjadi naik daun di dunia pemurtadan Kristenisasi, setelah mangaku adik kandung  ulama besar pakar  tafsir, Yang Mulia Almarhum Buya Hamka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang awam banyak yang percaya tanpa cek dan ricek. Langsung yakin begitu saja dengan pengakuan bahwa adik kandung Buya Hamka itu sudah murtad ke Kristen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diselidiki, ternyata pengakuan itu adalah kebohongan yang sangat besar. Salah seorang putra Buya Hamka menyatakan bahwa sepanjang hayatnya, dia tidak pernah punya paman yang namanya Willy Abdul Wadud Karim Amarullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cirebon, murtadin Danu Kholil Dinata Ev. Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alis Amin Al Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Setelah dilacak, ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian adalah PALSU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para murtadin pembohong lainnya adalah Drs. H. A. Poernomo Winangun alias Drs. H. Amos, Ev Hj. Christina Fatimah alias Tin Rustini (nama asli dikampung Sutini alias Bu Nonot, Pdt. Rudy Muhammad Nurdin, Pdt. M. Mathius, Pdt. Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F. Intan Duana Paken Nata Sastranagara (Ev. Ivone Felicia IDp.). Mengaku telah mengkristenkan 60 kiyai Banden, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Deedat Shihabuddin MH, Ahli Kristologi: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kasus Terbanyak, Pemuda Kristen Hamili Gadis Muslimah" Pertengahan bulan lalu, harian Republika menurunkan laporan tentang puluhan sekolah agama di Yogyakarta dan Temanggung yang tidak mau menyelenggarakan Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA) untuk pelajaran agama bagi siswa-siswa beragama lain di sekolah itu. Padahal sudah ada ketentuan hukum yang mengatur hal itu secara tegas yakni Surat Keputusan Bersama (SKB) No. 2/U/SKB/2001. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, SKB yang ditandatangani oleh Mendiknas, Mendagri dan Menag itu sengaja mereka abaikan. Alasan mereka, mengutip pernyataan sejumlah pejabat Diknas setempat, mereka ingin menjaga kekhasan sebagai sekolah agama. Bahkan beberapa yayasan pengelola sekolah-sekolah tersebut secara tegas menolak SKB itu karena ingin mengemban misi tertentu untuk kepentingan agama mereka (Republika, 12/6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi berita tersebut, da'i dan Kristolog (ahli tentang Kristen), Abu Deedat Shihabuddin MH berkomentar enteng. Menurutnya, itu tidak aneh dan belum seberapa gawat, karena sebetulnya masih banyak bentuk-bentuk pembangkangan mereka lainnya yang lebih parah. Yang aneh, bagi Sekjen Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) itu, justru sikap harian tersebut yang tidak mau secara tegas mengatakan bahwa sekolah-sekolah itu tidak lain adalah sekolah-sekolah Kristen. "Mengapa mesti takut," tanyanya heran.  &lt;br /&gt;Sebagai seorang kristolog, ustadz yang biasa dipanggil Abud oleh rekan-rekan seprofesinya itu, memang bukan hanya menguasai disiplin ilmu tentang agama Kristen secara mendalam. Tapi ia juga banyak tahu tentang seluk-beluk dan kiprah licik para misionaris Kristen dalam memurtadkan kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, pria berkaca mata tebal ini sering menangani berbagai kasus pemurtadan di berbagai daerah, baik berupa advokasi maupun terapi langsung. Selain itu Abud juga kerap melakukan investigasi langsung ke 'garis belakang' untuk memperoleh data. Jadi wajar kalau ia tahu banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak murtadin yang terselamatkan kembali ke pangkuan Islam setelah diterapi Abud. Uniknya, para pasien yang ditangani mubaligh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalem ini bukan hanya dari kalangan Muslim KTP saja. Tapi juga ada yang justru berasal dari kalangan santri. Misalnya, anak seorang kyai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sal Salatiga yang selain dimurtadkan juga dihamili oleh seorang aktivis gereja. "Ini bukti bahwa gerakan pemurtadan memang semakin hebat dan terencana serius," jelasnya prihatin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Abud juga, sejumlah pendeta dan aktivis gereja kembali berdiri di bawah panji Syahadat. Mereka mengakui kekeliruan yang ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada ajaran mereka setelah berdebat panjang dengan Abud. "Bahkan, ada salah satu pendeta setelah berdebat di rumah saya membanting Injilnya karena kesal," cerita pria yang kutubuku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesibukannya keliling daerah untuk mengisi ceramah, seminar dan pelatihan tentang antisipasi gerakan pemurtadan (harakatul irtidad), mantan aktivis PII ini berkenan meluangkan waktunya untuk diwawancarai Suara Hidayatullah. Di ruang tamu rumahnya yang sempit, karena dipenuhi ribuan buku serta pakaian, sendal dan sepatu, barang dagangan istrinya, Abud menerima Deka Kurniawan dan reporter lepas Hidayaturrahman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikannya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda begitu mendalami dunia Kristen. Pernahkah terbersit di hati Anda untuk masuk Kristen? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keinginan untuk masuk Kristen walaupun saya sudah banyak sekali membedah Bibel. Justru keyakinan saya terhadap kebenaran Islam semakin kuat, karena setiap saya membaca Bibel selalu ada perbedaan redaksi dalam setiap edisi cetakannya. Misalnya dalam edisi lama ada istilah Tuhan. Tapi di edisi baru pada tempat yang sama ditulis Tuan. Begitu juga istilah Babi diganti menjadi Babi Hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abud mengoleksi 49 kitab Injil modern dan klasik, termasuk Injil dalam sejumlah bahasa daerah yakni Jawa, Minang dan Sunda. Sebagian besar didapatnya secara cuma-cuma dari diskusi yang dilakukannya bersama pendeta. Selebihnya didapat dari hasil investigasi dan membeli di pasar loak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama menggeluti ajaran Kristen, apakah Anda menemukan sisi positifnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran sendiri menyatakan, telah terjadi percampuradukan antara yang benar dan yang batil dalam ajaran ahlul kitab. Ini berarti menunjukkan ada juga kebenarannya. Hanya saja memang madu dan racun itu sudah digabung menjadi satu. Seperti ayat-ayat tauhid dalam Markus pasal 12 ayat 25 Yesus berkata, "Dengarlah wahai Bani Israel Tuhan kita dalah Tuhan Esa." Ini menunjukkan Tuhan mereka adalah esa disamping memang ajaran mereka khusus hanya kepada golongan Bani Israel. Tapi ada juga racunnya, apa yang dikatakan Paulus dalam Roma pasal 9 ayat 5 misalnya, "Yesus adalah Allah yang harus disembah." Datanglah ayat Al-quran sebagai korektor bagi mereka, misalnya surah Al-Maidah ayat 72 menyebutkan, "Telah kafir orang yang mengatakan al-Masih adalah Tuhan." Makanya, kalau kita berinteraksi dengan para aktivis Kristen kita jangan hanya mengatakan kitab Injil sudah tidak asli atau palsu, lebih baik kita tunjukkan yang menyimpang dan salah pada Injil tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan kaum Nasrani tidak menyadarinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kekuatan dana, mereka ada dogma, bahwa apapun yang terjadi apakah ajaran itu rasional atau tidak, harus diterima karena ia merupakan firman Tuhan. Dan ditanamkan kepada mereka hanya orang Kristen saja yang selamat, yang lain tidak selamat dan harus diselamatkan. Misi inilah yang membuat mereka agresif untuk melakukan pemurtadan. Apalagi misi itu didukung dengan fasilitas yang cukup. Mereka tidak lagi memikirkan urusan kebutuhan keluarga, karena sudah dijamin. Lain dengan dai-dai kita yang dikirim ke pelosok paling hanya digaji Rp 50.000-150.000 per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat mereka menerima dogma tersebut, sehingga mereka tetap menjadi ummat terbesar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum orang ingin mencari yang gampang. Dan di Kristen itu memang gampang. Kalau melakukan tindakan yang tidak berakhlaq tidak ada masalah karena nantinya akan diampuni juga, dan cukup hanya sekali seminggu datang ke gereja. Paulus mengatakan dalam Roma pasal 5 ayat 20, "Semakin banyak dosa semakin melimpah kurnia Tuhan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya di Barat kita ketahui kehidupan mereka rusak, terutama dalam kebebasan seks. Dan kerusakan itu mengacu kepada ajaran Bibel yang memang banyak memuat cerita-cerita porno yang vulgar. Misalnya diceritakan bagaimana Nabi Daud sebagai orang yang rusak moralnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghamili Batseba istri Uria. Begitu pula Nabi Luth diceritakan menghamili anaknya sendiri. Makanya, Jasmen Alfa, seorang Sosiolog Kristen, mengatakan Bibel itu jangan sampai dibaca anak-anak, lebih baik ia dimasukkan ke dalam peti besi, kemudian petinya dikunci dan kuncinya dibuang ke laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi mereka bila mendengar hal itu dari Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membenarkan dan meyakini kebenaran cerita persundelan itu. Misalnya sebuah acara di televisi pernah menampilkan dua orang pelacur yang menjadi germo kemudian bertaubat menjadi hamba Tuhan. Saya sampaikan bahwa cerita ini mirip dengan apa yang ada dalam Bibel. Pembawa acara yang Kristen itu kemudian membenarkan. Kemudian saya balikkan, berarti Yesus anak pezina karena dalam Matius ayat 1 dan seterusnya menceritakan bahwa silsilah keturunan Yesus bertemu dengan raja Daud yang menzinai Batseba. Tapi telepon saya akhirnya ditutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah mentok biasanya apa yang mereka lakukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang jujur dan mengatakan ini PR buat saya. Ada yang tidak jujur dengan cara menghindar dan lari ke masalah lain. Maka kalau debat dengan mereka jangan beri kesempatan buat beralih pembicaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meyakini semua orang berdosa dari Adam sampai manusia kemudian, kecuali Yesus yang tidak berdosa. Inilah sebenarnya skenario Paulus menjalankan misinya, yang membuat citra bahwa Yesus itu juru selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda hafal Injil sehingga fasih menyebutkan ayat demi ayat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hafal. Hanya tahu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beraktivitas di bidang ini Anda sudah terjun kemana? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh wilayah Jawa Timur sudah, begitu pula Jawa Tengah dan Sumatera juga serta Kalimantan. Program ke depan adalah Irian dan Sulawesi. Kalau ini sudah berarti semua pulau besar sudah. Jadwal terbang Abud memang padat. Ketika kami menemuinya seusai berkhutbah Jumat di sebuah perkan-toran ia mengaku baru tiba dari Kalimantan. Sesudah itu ia punya agenda di dua tempat sampai malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena waktu yang terbatas wawancara itu urung dilangsungkan. Karena esok siangnya ia berceramah di Universitas Trisakti untuk selanjutnya terbang ke Palembang, Sahid mewawancarainya pagi hari selama waktu menunggu jemputan dan dalam perjalanan menuju lokasi seminar. Itu pun masih sering disela oleh telepon, antara lain dari daerah yang memintanya datang yakni Pekalongan dan Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang biasanya Anda lakukan di berbagai tempat itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memberikan informasi sekitar cara-cara pemurtadan dan kita dorong mereka memperdalam pemahaman keislaman. Jangan sampai nanti kawan dibilang lawan dan lawan dibilang kawan, karena memang gerakan mereka ibarat musang berbulu ayam, lihai dan licik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya sekarang di Meruya Ilir (Jakarta) mereka mendirikan Sekolah Tinggi Theologia Kalimatullah, yang semua mahasiswanya memakai kopiah dan mahasiswinya memakai jilbab. SKS Islamologinya yang dulu hanya 20 SKS sekarang menjadi 40 SKS. Semester dua saja mereka sudah dilatih berdiskusi dengan para ustadz. Sedang mahasiswa IAIN saja tidak dipersiapkan untuk menghadapi para pendeta. Ada juga yang mengaku-ngaku anak kiai, mantan ustadz dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menggunakan cara-cara itu untuk mencari legitimasi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semacam itu. Tidak jarang yang mengaku pernah jadi aktivis Muhammadiyah. Bahkan di rumah sakit pun mereka beraksi. Pasien yang tidak berdaya disuruh beriman kepada Yesus agar sembuh. Padahal kalau mau jujur, saya mempunyai tetangga Katolik yang mengeluh karena habis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biaya untuk berobat strok tapi tidak juga sembuh, terus saya balikkan saja, katanya Tuhan Anda bisa menyembuhkan. Jadi semua akal-akalan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang Kristen untuk menjerat orang Islam. Kalau sudah menjadi Kristen ya akhirnya diterlantarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering Anda menangani kasus-kasus pemurtadan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak sekali. Yang paling sering biasanya kasus pemuda Kristen memacari dan menghamili pemudi Muslimah. Ada juga kasus nikah beda agama yang belakangan menim-bulkan masalah besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hikmah terbesar menjadi seorang Kristolog? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya bisa menguji kemampuan lewat berdebat dengan mereka, kalau ada yang kurang saya pelajari terus. Di samping itu memudahkan saya berda'wah kepada mereka, karena Islam ini juga wajib dida'wahkan kepada mereka. Lihat saja surah Ali-Imron  ayat 71. Sementara perintah bagi mereka untuk berdakwah kepada orang Islam itu batal karena dalilnya di Matius pasal 28 ayat 16 dibuat setelah Yesus mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, kalau Anda didatangi misionaris Kristen, jangan diusir. Da'wahi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kan tidak semua orang punya bekal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya para aktivis da'wah harus menyiapkan bekal itu. Tim FAKTA insya Allah siap membantu. Dimana saja, sampai ke Irian sekalipun, kami siap memberikan bekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTA didirikan 1998 dengan latar belakang belum banyaknya lembaga yang secara khusus menangani persoalan Kristenisasi. Dengan fasilitas yang sangat terbatas 7 dari 20 relawan (diantaranya bekas pendeta) yang aktif hingga kini masih rutin melakukan berbagai kegiatan antisipasi pemurtadan antara lain dengan menerbitkan buletin, membuka ruang konsultasi akidah di sebuah majalah Islam, memberikan seminar, ceramah dan pelatihan Kristologi di berbagai kota, dan belakangan di kampus-kampus. Melalui lembaga inilah Abud membangun jaringan anti pemurtadan secara nasional. Sayangnya, untuk kebutuhan operasional FAKTA masih mengandalkan kocek para relawannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja langkah yang harus diambil jika sebuah masyarakat berhadapan dengan kristenisasi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristenisasi ini bervariasi. Kalau mereka mengadakan santunan sosial, pembagian sembako atau lainnya, maka umat Islam harus melakukan hal yang sama sebagai counternya. Kalau mereka menyerang lewat buku kita juga mempersiapkan buku dan tulisan-tulisan, sekaligus menyerang balik kepada mereka. Tapi kalau kasusnya hipnotis maka kita harus laporkan kepada pihak yang berwajib dan melakukan upaya advokasi bertemu dengan upaya hukum. Aparat juga harus peka. Kalau tak ada langkah hukum masyarakat bisa kehilangan kesabaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para misionaris, langkah pertama, tolak mereka dengan cara yang baik, karena Islam tidak mengajarkan cara kekerasan jika kita tidak diperlakukan keras. Konkritnya kalau menemukan sudah ada bukti-bukti itu, ambil bukti-bukti itu kemudian serahkan kepada ulama setempat dan beritahukan kepada aparat, lantas jelaskan kepada mereka ini melanggar kode etik penyebaran agama. Kalau mereka berbuat zhalim baru kita lakukan hal yang sama tapi tidak boleh berlebihan. Ummat Islam jangan menjadi ummat yang bodoh karena Islam bukan agama yang sempit. Kepada ummat Kristen yang tidak menggangu jangan diganggu pula mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ummat Islam selama ini cenderung reaktif terhadap isu-isu kristenisasi, misalnya seperti yang terjadi di Doulos. Bagaimana menurut Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah tafsir. Ummat Islam tidak pernah mengadakan aksi. Mereka hanya bereaksi. Karena aksi-aksi Kristen melanggar kode etik maka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ummat Islam bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, karena begitu concernnya terhadap bidang Kristologi, dosen Institut Agama Islam Al-Ghuraba ini, sampai menamakan anak keduanya dengan seorang tokoh Kristologi terkemuka dari Afrika, Ahmad Deedat. "Saya memang mengaguminya dan ingin agar dia menjadi ulama seperti Ahmad Deedat," jelas Kristolog yang mengaku memiliki kemiripan jalan hidup dengan Ahmad Deedat itu. Itulah sebabnya di kalangan teman-temannya, serta belakangan di kalangan media dan umat, anak ketujuh dari 13 bersaudara pasangan Mahfudz dan Hanafiyah itu lebih sering dikenal sebagai Abu Deedat. Padahal nama aslinya adalah Shihabuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Anda tertarik dan tekun menekuni Kristologi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terjun di dunia Kristologi tahun 1982, ketika bekerja di sebuah perusahaan swasta. Di perusahaan itu kebetulan direkturnya seorang pendeta. Begitu pula para pimpinan lainnya yang memegang posisi penting rata-rata adalah aktivis gereja. Salah satu dari mereka, yakni kepala bagian keuangan berusaha menginjili ('mendakwahkan' injil) para karyawan Muslim melalui berbagai tulisan dan diktat tentang potongan-potongan ayat Qur'an yang terkesan seperti mendukung agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya penasaran. Maka saya datangi orang itu. Ketika saya tanya, katanya tulisan-tulisan itu disusun oleh orang yang sudah berpuluh-puluh kali naik haji. Saya pun terlibat diskusi kecil-kecilan dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bekal Anda waktu itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal saya waktu itu Injil pemberian seorang Kristen Manado yang saya pelajari. Kebetulan juga saya lulusan Fakultas Ushuluddin, jurusan Penyiaran Islam di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di sana ada mata kuliah khusus tentang Kristologi. Dengan modal itu saya terus menggeluti dunia Kristologi secara otodidak, selain mengikuti kursus-kursus Kristologi secara tertulis. Misalnya di Pelita Hidup tahun 1986 dengan menggunakan nama samaran. Alhamdulillah dari situ saya banyak mendapatkan dokumen penting yang berguna untuk antisipasi gerakan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dibesarkan di pesantren NU sampai SMP di Tasikmalaya, Jawa Barat. Orang tuanya juga berlatar belakang NU. Karena banyak berinteraksi dengan aktivis Persis, ayahnya lalu banyak mendorong untuk berdakwah. Berbagai diskusi dan kegiatan PII ditekuninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya Abud sering meladeni permintaan debat dari para pendeta dan aktivis gereja. Hal yang sama juga dilakukan di berbagai tempat. Dan itu sudah berlangsung ratusan kali. Dari kalangan Budha dan Aliran Kepercayaan ada juga yang pernah menjadi lawan debat Abud. Menurut Abud, banyak di antara mereka yang menyerah tapi tidak mau mengakui kesalahannya. Kalau pun ada yang mengaku salah, mereka khawatir kalau masuk Islam akan miskin. Tidak sedikit juga yang mendapat hidayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku apa saja yang Anda jadikan pegangan untuk mendebat mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih SMU di kampung, saya sudah memiliki referensi buku-buku Islam, kurang lebih 500 judul. Yang pertama saya pelajari adalah dialog Islam-Kristen berjudul "Bibel lawan Bibel" karangan A Hassan dan buku-buku Pak Abdullah Wasian tentang Kristologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda mendidik anak Anda, Deedat, supata kelak jadi seperti Ahmad Deedat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya sekarang sedang berusaha menyiapkannya menjadi aktivis da'wah. Ketika saya menangani kasus pemurtadan di rumah, saya sengaja menyuruhnya untuk melihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengatur kesibukan da'wah dengan keluarga? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba bagaimana kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi, karenanya saya juga berwiraswasta. Istri saya banyak sekali membantu dan mendorong saya ketika menangani kasus-kasus pemurtadan terutama terhadap Muslimah. Jadi antara saya dan istri sejalan. Dia juga tahu tugas saya, sehingga untuk anak-anak kita beri penjelasan kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah mengalami teror? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, sebatas teror telepon dan surat kaleng biasa. Istri saya juga pernah diancam melalui telepon. Berjuang harus ada tantangan dan itulah risiko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa apa yang paling berkesan bagi Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak pernah bisa saya lupakan adalah ketika saya mengobati anaknya kiai, di mana seumur hidup baru kali itu saya menceramahi kiai secara langsung. Anaknya kuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang, dibawa kabur oleh anak pendeta kemudian di-Kristenkan, bahkan sudah dihamili. Akhirnya pak kiai ini mendatangi saya dan minta tolong kepada saya untuk menangani kasus ini. Alhamdulillah, sayapun dapat melakukan penyadaran kepada anak tersebut dan kepada kiai itu sekaligus yang merasa terpukul dengan keadaan anaknya. Kesan lain, ketika saya menghadapi kasus-kasus Muslimah yang termurtadkan. Ini sering membuat saya sedih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perhatian yang mendalam itu tidak membuat Anda emosional? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat prihatin sekali, karena lembaga yang lain masih sangat minim perhatiannya terhadap masalah seperti ini. Inilah kelemahan di kalangan kita. Kalau kejadian seperti ini belum menimpa keluarga kita sendiri, hal itu dianggap biasa saja. Kalau sudah tertimpa musibah baru merasa. (Deka Kurniawan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepucuk surat tergeletak di meja redaksi kami, Maret lalu. Surat itu dari seberang pulau, Kalimantan Timur. Nama pengirimnya singkat saja, Dewi. Tetapi persoalan yang diadukan tak sesingkat namanya. Coba simak isi surat itu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya seorang ibu 29 tahun dan suami 31 tahun. Kami telah dikaruniai dua anak. Yang pertama pria (6), dan kedua putri (2). Kami menikah 7 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun yang lalu, dia adalah teman sekampus saya. Saat pertama mengenalnya, saya benar-benar benci. Maklum, saya lahir dari keluarga Muslim yang taat, sementara dia pemeluk Protestan. Tapi entahlah, mungkin karena dia tak pernah putus asa, saya kemudian menerimanya menjadi pacar. Saya benar-benar semakin sayang setelah dia kemudian menerima menikah dalam Islam. Saya benar-benar bahagia sekali." Tetapi setelah datangnya anak pertama lalu disusul anak kedua, banyak perubahan yang terjadi pada suami saya. Tiba-tiba dia jarang shalat dan sering keluar tanpa pamit. Belakangan saya tahu ternyata dia tidak benar-benar meninggalkan agamanya. Bahkan, sejak anak kedua kami lahir, secara terang-terangan dia pernah mengatakan kepada saya. `Saya masih seperti dulu, jadi jangan harap ada perubahan.'" "Mendengar kata-katanya, saya hampir tidak percaya. Suami saya yang tadinya pendiam itu tiba-tiba seperti itu. Yang membuat saya benar-benar takut dan sedih, hari-hari ini, dia sering memaksa saya mengikuti jejaknya untuk datang di kebaktian.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kisah memilukan itu tidak cuma dialami Dewi, tapi juga seorang ibu asal Palu yang datang ke kantor Suara Hidayatullah (Sahid) Surabaya, Juli lalu. Wanita berperawakan sedang ini datang bersama suaminya dengan wajah sembab. Kepada Sahid, ia menceritakan musibah yang menimpa keluarganya. Singkat cerita, sang adik diketahui hamil di luar nikah sesaat sebelum menyelesaikan gelar sarjananya. Yang membuat musibah itu terasa amat berat, pacar sang adik itu ternyata pemuda beragama lain. "Adik saya dihamili oleh pemuda Kristen," ucapnya sembari menyeka linangan air matanya. Padahal, sang adik dikenal sebagai wanita pendiam dan jarang keluar rumah. Selain itu, selama ini, dia dibesarkan dan dididik dalam lingkungan keluarga Muslim yang sangat taat. Peristiwa memalukan itu memang kemudian bisa dicarikan solusinya. Singkatnya, sang adik akhirnya menikah dengan pacarnya pemuda Kristen dalam upacara Islam. Setelah itu, keduanya pindah kota yang jauh dari keluarga, di Palu. Hanya saja, kepergiannya masih tetap menyisakan luka yang mendalam bagi pihak keluarga. Terutama setelah diketahui bila sang adik telah ikut sang suami menjadi aktifis gereja bersama semua anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah cinta seperti Dewi dan adik si ibu tadi bukan hal baru di negeri ini. Banyak pemuda dan pemudi pernah mengalami hal serupa. Memiliki teman dekat atau calon suami yang berbeda agama. Ujung-ujungnya, dalam banyak kasus, hubungan keduanya kemudian terhambat karena adanya perbedaan agama. Bagi yang taat pada agama, mereka memutuskan untuk berpisah. Sebagian lagi memilih kompromi, yakni memilih mengikuti salah satu dari agama yang dianut pasangannya. Pada pilihan yang terakhir inilah yang perlu diwaspadai, utamanya para gadis muslimah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan kristenisasi itu, kini dilengkapi dengan kenyataan kristenisasi yang sangat menghina umat Islam, yaitu memperkosa muslimah murid Madrasah Aliyah di Padang yang selanjutnya dimurtadkan. Khairiyah Enisnawati alias Wawah (17 thn) pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Gunung Pangilun, Padang, Sumatera Barat adalah salah satu dari 500 orang Minang  yang dimurtadkan. Gadis berjilbab itu diculik, diperkosa dan dipaksa keluar dari agamanya lewat misi rahasia yang dijalankan sekelompok orang Kristen, di rumah Salmon seorang Jemaat Gereja Protestan di Jl. Bagindo Aziz Chan, Padang tempat memaksa Wawah untuk membuka jilbab dan masuk Kristen. Gereja itu dipimpin Pendeta Willy, sedang Salmon adalah jemaat yang juga karyawan PDAM Padang. (lihat Dialog Jumat, 6 Agustus 1999). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja saya punya data mengenai itu. khan tinggal kontak FAKTA. untuk pemanasan nich ada data hamilisasi yang pernah terjadi di Tambun - dan Kranji Mbekasi !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak muslimah telah jadi korban pemurtadan. Hanya orang-orang yang tinggal di selatan Pasar Tambun yang mengenal H Kacep. Mungkin sebab itu, kasus kematian mubaligh kondang untuk ukuran kampungnya yang sungguh mengenaskan, sama sekali luput dari pemberitaan media massa. Kejadiannya sekitar setahun yang lalu. Berawal dari pertemuan puterinya dengan seorang pemuda. Pertemuan itu berlanjut. Kian hari kian akrab. Gadis muslimah itu kian sering dijumpai berduaan dengan sang pemuda. Sang ayah, H. Kacep, suatu waktu memanggil keduanya. Mubaligh itu bagaimana pun tahu bahwa berpacaran adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. Wa la taqrabuu zina,demikian peringatan Allah SWT dalam al-Quran. Karena hubungan antara puterinya dengan sang pemuda sudah terlihat begitu erat dan berjalan sudah relatif lama, maka sebagai seorang ayah yang bertanggungjawab, H. Kacep berniat untuk meresmikan hubungan kedua insan itu ke dalam jenjang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bijak H. Kacep mengutarakan keinginannya pada sang pemuda. Puterinya menyimak baik-baik apa yang dikatakan ayahnya itu. Hatinya berbunga-bunga. Yakin bahwa sang pemuda pujaan tidak akan keberatan dengan maksud ayahnya. Setelah mendengar penuturan H. Kacep, sang pemuda dengan enteng menjawab, Ya, saya mau saja menikahi anak bapak. Asalkan pernikahannya dilakukan di gereja!&lt;br /&gt;Bagai disamber geledek di siang bolong. Bapak dan anak puterinya terkaget-kaget dibuatnya. Sama sekali tidak pernah terlintas di pikirannya bahwa pemuda yang selama ini dekat dengannya ternyata seorang non-Muslim. Padahal dulunya ia pernah bilang bahwa dirinya juga Islam. Dari hari ke hari gadis muslimah tersebut mengurung diri di kamarnya. Hingga suatu hari sosok remaja tersebut ditemukan terbujur kaku dengan mulut berbusa. Sekaleng racun serangga ditemukan tergolek di sampingnya. Besar kemungkinan, sesuatu yang berharga telah dipersembahkan gadis tersebut pada sang pemuda hingga ia memilih mati ketimbang menanggung malu. Kematian puteri tercintanya membuat H. Kacep menangung kesedihan yang amat sangat. Belum lagi kasak-kusuk tetangganya yang kerap terdengar tidak sedap. Akhirnya H. Kacep jatuh sakit. Dua bulan kemudian, sang ayah menyusul puteri tercintanya ke alam baka. Pesantren yang dikelolanya pun bubar... Di daerah Kranji, masih Bekasi, beberapa tahun lalu juga terjadi kasus yang mirip. Seorang Muslimah berteman akrab dengan seorang pemuda. Dari pertemanan tersebut, si gadis pun hamil. Sang ayah yang tahu sedikit banyak tentang Islam pun marah besar. Segera dipanggilnya sang pemuda untuk dimintai pertanggungjawabannya. Juga dengan enteng, si pemuda menjawab, Saya mau nikah dengan anak bapak, asal dilakukan di gereja!Ayah beranak itu kaget mendengarnya. Sama sekali mereka tak menyangka siapa gerangan pemuda itu. Tapi sikap dan pendirian sang ayah cukup tegas: ketimbang anaknya murtad, lebih baik menolak mentah-mentah syarat sang pemuda Kristen tersebut. Janin yang dikandung anaknya dibiarkan lahir tanpa ayah. Kini anaknya dirawat oleh orangtua si gadis,ujar Drs. Abu Deedat Syihabuddin, MH, Sekjen FAKTA(Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan) Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristenisasi melalui jalur pemerkosaan gadis-gadis muslimah. Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, setelah diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen, diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tidak berdaya, dia dibaptis dan dikristenkan. Kasus serupa menimpa Linda, siswi SPK Aisyah Padang. Setelah diculik dan disekap oleh komplotan aktivis Kristen, dia diperlakukan secara tidak manusiawi dengan teror kejiwaan supaya murtad ke Kristen danmenyembah Yesus Kristus. Di Bekasi, modus pemerkosaan dilakukan lebih jahat lagi. Seorang pemuda Kristen berpura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis muslimah yang salehah. Setelah menikah, mereka mengadakan hubungan suami isteri. Adegan ranjang yang telah direncanakan, itu foto oleh kawan pemuda Kristen tersebut. Setelah foto dicetak, kepada muslimah tersebut disodorkan dua pilihan: "Tetap Islam atau Pindah ke Kristen?". Ka!au tidak pindah ke Kristen, maka foto-foto talanjang muslimah tersebut akan disebarluaskan. Karena tidak kuat mental, maka dengan hati berontak muslimah tersebut dibaptis dongan sangat-sangat terpaksa sekali, untuk menghindari aib.  Di Cipayung Jakarta Tirnur, seorang gadis muslimah yang taat dan shalehah terpaksa kabur dari rumahnya. Masuk Kristen mengikuti pemuda gereja yang berhasil menjebaknya dengan tindakan pemerkosaan dan obat-obat terlarang.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-4526626291316809749?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/4526626291316809749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=4526626291316809749&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/4526626291316809749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/4526626291316809749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/10/1001-cara-kristenisasi_18.html' title='1001 Cara Kristenisasi'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttV4s0NBmI/AAAAAAAAABg/nJGJizrsotM/s72-c/TKI_ktp2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-2648052004016424552</id><published>2009-10-18T18:54:00.000+07:00</published><updated>2009-10-18T19:04:38.982+07:00</updated><title type='text'>Bincang-Bincang Tentang Hukum Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StsEGWlFd4I/AAAAAAAAABQ/uATLB1uoDXI/s1600-h/facebook.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StsEGWlFd4I/AAAAAAAAABQ/uATLB1uoDXI/s320/facebook.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393909485893154690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.&lt;br /&gt;Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Belakangan ini di antara kita pernah mendengar fatwa haramnya Facebook, sebuah layanan pertemanan di dunia maya yang hampir serupa dengan Friendster dan layanan pertemanan lainnya. Banyak yang bingung dalam menyikapi fatwa semacam ini. Namun, bagi orang yang diberi anugerah ilmu oleh Allah tentu tidak akan bingung mengenai fatwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan yang singkat ini, dengan izin dan pertolongan Allah kami akan membahas tema yang cukup menarik ini, yang sempat membuat sebagian orang kaget. Tetapi sebelumnya, ada beberapa preface yang akan kami kemukakan. Semoga Allah memudahkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Kaedah yang Mesti Diperhatikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, yang semoga selalu mendapatkan taufik dan hidayah Allah Ta’ala. Dari hasil penelitian dari Al Qur’an dan As Sunnah, para ulama membuat dua kaedah ushul fiqih berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum asal untuk perkara ibadah adalah terlarang dan tidaklah disyari’atkan sampai Allah dan Rasul-Nya mensyari’atkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, hukum asal untuk perkara ‘aadat (non ibadah) adalah dibolehkan dan tidak diharamkan sampai Allah dan Rasul-Nya melarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dua kaedah di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kaedah pertama yaitu hukum asal setiap perkara ibadah adalah terlarang sampai ada dalil yang mensyariatkannya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ibadah adalah sesuatu yang diperintahkan atau dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang memerintahkan atau menganjurkan suatu amalan yang tidak ditunjukkan oleh Al Qur’an dan hadits, maka orang seperti ini berarti telah mengada-ada dalam beragama (baca: berbuat bid’ah). Amalan yang dilakukan oleh orang semacam ini pun tertolak karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,&lt;br /&gt;مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, untuk perkara ‘aadat (non ibadah) seperti makanan, minuman, pakaian, pekerjaan, dan mu’amalat, hukum asalnya adalah diperbolehkan kecuali jika ada dalil yang mengharamkannya. Dalil untuk kaedah kedua ini adalah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. (QS. Al Baqarah: 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, adalah Allah menciptakan segala yang ada di muka bumi ini untuk dimanfaatkan. Itu berarti diperbolehkan selama tidak dilarangkan oleh syari’at dan tidak mendatangkan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman,&lt;br /&gt;قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ هِي لِلَّذِينَ آمَنُواْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat .” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al A’raaf: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, Allah Ta’ala mengingkari siapa saja yang mengharamkan makanan, minuman, pakaian, dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika ada yang menanyakan mengenai hukum makanan “tahu”? Apa hukumnya? Maka jawabannya adalah “tahu” itu halal dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;Jika ada yang menanyakan lagi mengenai hukum minuman “Coca-cola”? Apa hukumnya? Maka jawabannya juga sama yaitu halal dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;Begitu pula jika ada yang menanyakan mengenai jual beli laptop? Apa hukumnya? Jawabannya adalah halal dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;Jadi, untuk perkara non ibadah seperti tadi, hukum asalnya adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Makan bangkai menjadi haram, karena dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Begitu pula pakaian sutra bagi laki-laki diharamkan karena ada dalil yang menunjukkan demikian. Namun asalnya untuk perkara non ibadah adalah halal dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika ada yang menanyakan pada kami bagaimana hukum Facebook? Maka kami jawab bahwa hukum asal Facebook adalah sebagaimana handphone, email, blog, internet, radio, dan alat-alat teknologi lainnya yaitu sama-sama mubah dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Sarana sama dengan Hukum Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara mubah (yang dibolehkan) itu ada dua macam. Ada perkara mubah yang dibolehkan dilihat dari dzatnya dan ada pula perkara mubah yang menjadi wasilah (perantara) kepada sesuatu yang diperintahkan atau sesuatu yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di –rahimahullah- mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perkara mubah dibolehkan dan diizinkan oleh syari’at untuk dilakukan. Namun, perkara mubah itu dapat pula mengantarkan kepada hal-hal yang baik maka dia dikelompokkan dalam hal-hal yang diperintahkan. Perkara mubah terkadang pula mengantarkan pada hal yang jelek, maka dia dikelompokkan dalam hal-hal yang dilarang.&lt;br /&gt;Inilah landasan yang harus diketahui setiap muslim bahwa hukum sarana sama dengan hukum tujuan (al wasa-il laha hukmul maqhosid).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud perkataan beliau di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila perkara mubah tersebut mengantarkan pada kebaikan, maka perkara mubah tersebut diperintahkan, baik dengan perintah yang wajib atau pun yang sunnah. Orang yang melakukan mubah seperti ini akan diberi ganjaran sesuai dengan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya : Tidur adalah suatu hal yang mubah. Namun, jika tidur itu bisa membantu dalam melakukan ketaatan pada Allah atau bisa membantu dalam mencari rizki, maka tidur tersebut menjadi mustahab (dianjurkan/disunnahkan) dan akan diberi ganjaran jika diniatkan untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula jika perkara mubah dapat mengantarkan pada sesuatu yang dilarang, maka hukumnya pun menjadi terlarang, baik dengan larangan haram maupun makruh.&lt;br /&gt;Misalnya : Terlarang menjual barang yang sebenarnya mubah namun nantinya akan digunakan untuk maksiat. Seperti menjual anggur untuk dijadikan khomr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya adalah makan dan minum dari yang thoyib dan mubah, namun secara berlebihan sampai merusak sistem pencernaan, maka ini sebaiknya ditinggalkan (makruh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersenda gurau atau guyon juga asalnya adalah mubah. Sebagian ulama mengatakan, “Canda itu bagaikan garam untuk makanan. Jika terlalu banyak tidak enak, terlalu sedikit juga tidak enak.” Jadi, jika guyon tersebut sampai melalaikan dari perkara yang wajib seperti shalat atau mengganggu orang lain, maka guyon seperti ini menjadi terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika sudah ditetapkan hukum pada tujuan, maka sarana (perantara) menuju tujuan tadi akan memiliki hukum yang sama. Perantara pada sesuatu yang diperintahkan, maka perantara tersebut diperintahkan. Begitu pula perantara pada sesuatu yang dilarang, maka perantara tersebut dilarang pula. Misalnya tujuan tersebut wajib, maka sarana yang mengantarkan kepada yang wajib ini ikut menjadi wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya : Menunaikan shalat lima waktu adalah sebagai tujuan. Dan berjalan ke tempat shalat (masjid) adalah wasilah (perantara). Maka karena tujuan tadi wajib, maka wasilah di sini juga ikut menjadi wajib. Ini berlaku untuk perkara sunnah dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Hukum Facebook adalah Tergantung Pemanfaatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi intinya, hukum facebook adalah tergantung pemanfaatannya. Kalau pemanfaatannya adalah untuk perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat, maka facebook pun bernilai sia-sia dan hanya membuang-buang waktu. Begitu pula jika facebook digunakan untuk perkara yang haram, maka hukumnya pun menjadi haram. Hal ini semua termasuk dalam kaedah “al wasa-il laha hukmul maqhosid (hukum sarana sama dengan hukum tujuan).” Di bawah kaedah ini terdapat kaedah derivat atau turunan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Maa laa yatimmul wajibu illah bihi fa huwa wajib (Suatu yang wajib yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi wajib)&lt;br /&gt;2. Maa laa yatimmul masnun illah bihi fa huwa masnun (Suatu yang sunnah yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi wajib)&lt;br /&gt;3. Maa yatawaqqoful haromu ‘alaihi fa huwa haromun (Suatu yang bisa menyebabkan terjerumus pada yang haram, maka sarana menuju yang haram tersebut menjadi haram)&lt;br /&gt;4. Wasail makruh makruhatun (Perantara kepada perkara yang makruh juga dinilah makruh)&lt;br /&gt;Maka lihatlah kaedah derivat yang ketiga di atas. Intinya, jika facebook digunakan untuk yang haram dan sia-sia, maka facebook menjadi haram dan terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat bahwa tidak sedikit di antara pengguna facebook yang melakukan hubungan gelap di luar nikah di dunia maya. Padahal lawan jenis yang diajak berhubungan bukanlah mahram dan bukan istri. Sungguh, banyak terjadi perselingkuhan karena kasus semacam ini. Jika memang facebook banyak digunakan untuk tujuan-tujuan seperti ini, maka sungguh kami katakan, “Hukum facebook sebagaimana hukum pemanfaatannya. Kalau dimanfaatkan untuk yang haram, maka facebook pun menjadi haram.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang Sia-sia Di Depan Facebook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, inilah yang kami ingatkan untuk para pengguna facebook. Ingatlah waktumu! Kebanyakan orang betah berjam-jam di depan facebook, bisa sampai 5 jam bahkan seharian, namun mereka begitu tidak betah di depan Al Qur’an dan majelis ilmu. Sungguh, ini yang kami sayangkan bagi saudara-saudaraku yang begitu gandrung dengan facebook. Oleh karena itu, sadarlah!!&lt;br /&gt;Semoga beberapa nasehat ulama kembali menyadarkanmu tentang waktu dan hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah bersama dengan seorang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain: Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).” (Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah … kematian lebih layak bagi orang yang menyia-nyiakan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul Kafi, 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah Memanfaatkan Facebook untuk Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pemanfaatan yang paling baik yaitu facebook dimanfaatkan untuk dakwah. Betapa banyak orang yang senang dikirimi pesan nasehat agama yang dibaca di inbox, note atau melalui link mereka. Banyak yang sadar dan kembali kepada jalan kebenaran karena membaca nasehat-nasehat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain apalagi dalam masalah agama yang dapat mendatangkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;خيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.” (Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Mas’ud Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberi petunjuk pada orang lain, maka dia mendapat ganjaran sebagaimana ganjaran orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,&lt;br /&gt;لأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui perantaraanmu maka itu lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah (harta yang paling berharga orang Arab saat itu).” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah saudaraku, bagaimana jika tulisan kita dalam note, status, atau link di facebook dibaca oleh 5, 1o bahkan ratusan orang, lalu mereka amalkan, betapa banyak pahala yang kita peroleh. Jadi, facebook jika dimanfaatkan untuk dakwah semacam ini, sungguh sangat bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup: Nasehat bagi Para Pengguna Facebook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah dari perkataan Imam Asy Syafi’i:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)”.(Al Jawabul Kafi, 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanya bisa berdoa kepada Allah, semoga Allah memberikan taufik dan hidayah bagi orang yang membaca tulisan ini. Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk memanfaatkan waktu dengan baik, dalam hal-hal yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Jawabul Kafi, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah&lt;br /&gt;Al Qowa’id wal Ushul Al Jaami’ah, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Darul Wathon Lin Nasyr&lt;br /&gt;Jam’ul Mahshul fi Syarhi Risalah Ibni Sya’di fil Ushul, Abdullah bin Sholeh Al Fauzan, Dar Al Muslim&lt;br /&gt;Risalah Lathifah, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Disusun di Mediu Learning Center, Rabu, 10 Jumadits Tsani 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-2648052004016424552?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/2648052004016424552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=2648052004016424552&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/2648052004016424552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/2648052004016424552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/10/bincang-bincang-tentang-hukum-facebook.html' title='Bincang-Bincang Tentang Hukum Facebook'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StsEGWlFd4I/AAAAAAAAABQ/uATLB1uoDXI/s72-c/facebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-5965553416889898593</id><published>2009-10-18T17:05:00.000+07:00</published><updated>2009-10-18T18:25:17.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Hadist Mengenai Perintah Meluruskan Shaf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StrpsXT4cxI/AAAAAAAAABI/HEsmxcA8ows/s1600-h/123321sf5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StrpsXT4cxI/AAAAAAAAABI/HEsmxcA8ows/s320/123321sf5.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393880452110512914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Anas RA berkata Rasulullah SAW bersabda : " Rapatkan dan luruskanlah shaf kalian, sesungguhnya rapat dan lurusnya shaf sebagian dari kesempurnaan shalat." ( HR. Bukhari )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas RA berkata Rasulullah SAW bersabda : " Rapatkan shaf kalian, mendekatlah antara sesama dan sejajarkanlah bahu – bahu. Demi Allah yang  jiwaku berada ditanga-Nya. Sesungguhnya saya melihat syetan masuk dari sela – sela shaf seperti kambing hitam." ( HR. Ahmad, Nasa'I, Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar RA  berkata Rasulullah SAW bersabda : Rapatkanlah shaf,  sejajarkan antara bahu,  penuhilah yang masih kosong         ( longgar ),  bersikap lunaklah terhadap saudara kalian dan jangan biarkan kelonggaran untuk syetan…" ( HR. Abu Dawud )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar RA berkata Rasulullah SAW bersabda :" ….barangsiapa yang menyambung shaf, maka Allah akan menyambungnya dan barangsiapa yang memutus shaf, maka Allah akan memutusnya." ( HR. Abu Dawud )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas'ud RA berkata Rasulullah SAW bersabda : " Rapat dan luruskan shaf dan janganlah berselisih, karena itu akan menyebabkan perselisihan hati." ( HR. Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-5965553416889898593?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/5965553416889898593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=5965553416889898593&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/5965553416889898593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/5965553416889898593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/10/hadist-mengenai-perintah-meluruskan.html' title='Hadist Mengenai Perintah Meluruskan Shaf'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/StrpsXT4cxI/AAAAAAAAABI/HEsmxcA8ows/s72-c/123321sf5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4120804179371195488.post-7996021228068922103</id><published>2009-10-18T09:30:00.001+07:00</published><updated>2009-10-18T17:04:29.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Pengetahuan'/><title type='text'>Sejauh Manakah Peran Masjid dalam Islam?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/Stp-Rsur3QI/AAAAAAAAAAc/3DFNZplLUnY/s1600-h/60162.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/Stp-Rsur3QI/AAAAAAAAAAc/3DFNZplLUnY/s320/60162.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393762346259438850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;eramuslim - Untuk menjawab pertanyaan di atas, alangkah baiknya apabila kita kembali menekuri shirah nabawiyah yang mulia. Sebuah kisah perjalanan yang penuh dengan cerita-cerita keheroikan yang tiada bandingannya. Bagaimana saat pertama kali Rasulullah tiba di negeri tempat tujuan hijrahnya dalam sejarah Islam bersama para shahabatnya karena gangguan-gangguan kafir Quraisy yang telah mengancam keselamatan aqidah serta diri mereka (assabiqul awwalun). Hal yang pertama kali Beliau lakukan setelah sampai ke kota Madinah adalah membangun sebuah Masjid -kemudian dinamai masjid Nabawy- yang akan dijadikan asas dalam membangun masyarakat baru berdasarkan risalah yang dibawanya. Dengan luasan kira-kira panjang dan lebar seratus hasta, Beliau mulai meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat berdasarkan atas Islam, sedikit demi sedikit tapi pasti dan dalam waktu yang relatif singkat masyarakat madani telah terlihat tegak di bumi Madinah al Munawaroh.&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana masjid bisa berperan sebegitu jauhnya dalam mengubah masyarakat yang tadinya jahiliah menjadi masyarakat yang penuh dengan kecemerlangan, baik dari segi peradaban, pemikiran maupun kekuatan. Ternyata fungsi masjid pada zaman Rasulullah yang mulia bukanlah sekedar sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah ritual semata-sholat-tetapi lebih dari itu, yaitu sebagai madrasah bagi orang-orang Muslim untuk menerima pengajaran Islam dan bimbingannya, sebagai balai pertemuan dan tempat untuk mempersatukan berbagai unsur kekabilahan dan sisa-sisa pengaruh perselisihan semasa jahiliyah, sebagi tempat untuk mengatur segala urusan dan sekaligus sebagai gedung parlemen untuk bermusyawarah dan menjalankan roda pemerintahan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal ini akan sangat berbeda apabila kita lihat dan bandingkan tentang peranan masjid di zaman sekarang ini, akan sangat ironis bahkan. Shaf yang hanya terdiri dari satu dua baris yang kadang tidak penuh, akan kita temui di seluruh pelosok kota maupun desa-desa kita. Ini menjadi pemandangan yang sangat biasa saat kehidupan duniawi ini-yang memang memperdayakan-telah menyita perhatian kita terhadap kehidupan yang kekal abadi kelak (alam akhirat). &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Inilah, sebuah tugas yang maha berat yang telah Allah amanahkan kepada kita yang telah dikaruniai hidayat untuk kembali menyelami hakikat tentang kedalaman dan kemuliaan al Islam. Kemudian secara sinergis pengetahuan-pengetahuan kita tentang Islam kita tularkan kepada saudara-saudara kita. Agar suasana masjid-masjid yang kering dan terasa gersang kembali hidup dan makmur oleh kehadiran ummatnya. Sangat ironis memang, dengan keadaan negeri kita yang notabene disandangkan sebagai negeri dengan mayoritas penduduknya muslim bahkan terbesar didunia tetapi kualitasnya masih perlu dipertanyakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal ini akan semakin jelas terlihat apabila kita ditelusuri akan kembali kepada pemahaman penduduk awam pada umumnya mengenai agama-dien- mereka. Banyak dari mereka yang mengartikan Islam itu hanya identik dengan amalan-amalan yang bersifat mahdhoh saja, seperti sholat, puasa, zakat dan haji. Padahal hakikatnya Islam ini diturunkan tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia dengan aturan-aturan (syari 'at) yang telah dibawa oleh manusia teragung, Rasulullah SAW. Masjid yang seharusnya menjadi bangunan yang merupakan sentra dari segala aktivitas yang dilakukan ummat, kini dipandang hanya sebagai tempat ibadah-sholat. Peran yang sudah amat sangat direduksi dari peran masjid yang sesungguhnya. Mungkin inilah salah satu penyebab ummat ini belum bisa bersatu padu dalam menaklukkan musuh-musuhnya, merasakan nikmatnya ukhuwah dalam berislam tanpa memperdulikan apa yang namanya perbedaan suku, ras, bahasa bahkan batasan geografi yang memisahkan dimensi waktu dan tempat sekalipun. Tugas kita adalah mengembalikan kejayaan Islam Ini dengan ummatnya melalui suatu gerakan pencerahan (renaisance) terhadap pemahaman Islam secara komprehensif, tidak sepotong-sepotong apalagi parsial. Sehingga pada akhirnya akan tumbuh kesadaran dari masing-masing pribadi muslim untuk kembali kepada Islam secara kaffah, tanpa paksaan sedikit pun. &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang menjadi masalahnya sekarang adalah adanya perang pemikiran (gawzul fikri)yang terus meresapi dan sengaja digulirkan oleh musuh-musuh Islam (Yahudi dan Nashoro) sehingga ummat semakin terjauhkan dari agama mereka sendiri dan sibuk oleh urusan-urusan furu' dan khilafiyah yang telah menguras tenaga dan konsentrasi ummat Islam sendiri. Bayangkan, sekarang ini ummat telah merasa merdeka, bebas dan tidak diperbudak di negerinya sendiri, padahal saudara seimannya dibelahan dunia yang lain -di palestina, iraq, afganistan, chechnya, kashmir, bosnia, pattani, mindanau dan masih banyak negeri Islam lainnya- yang masih terkungkung oleh tali-tali penjajahan dari negeri kaum kuffar. Mereka terlena dengan apa yang ada pada diri mereka karena tidak adanya ikatan persaudaraan yang kuat antara sesama muslim saat ini. Padahal dahulu pada saat Islam telah mencapai zaman keemasannya, penghinaan terhadap kehormatan seorang muslimah dibalas dengan penaklukan sebuah negeri. &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin itulah contoh jika masjid dikembalikan seperti fungsi yang seharusnya, di mana informasi dan komunikasi akan terus terjalin dengan baik antara amir dengan masyarakat yang dipimpinnya. Sehingga terciptalah keadilan di muka bumi dan tak ada tempat bagi fitnah dan agama, selain Al Islam. Di mana kedudukan seseorang tidak dibeda-bedakan lagi oleh jabatan duniawi saat sujud bersama-sama dalam masjid yang sama, hanya taqwalah yang menjadi penciri dan pembedanya. Sebuah ikatan yang teramat kokoh untuk bisa diputuskan, suatu ikatan tali aqidah yang hanif yang mengajarkan hanya untuk menegakkan suatu kalimah yang mulia "La ilaha illallah". Karena salah satu cara untuk meng-counter setiap isu-isu yang ada yaitu dengan adanya komunikasi yang baik antar elemen yang menyusun ummat. Yah, salah satunya melalui wasilah masjid, dimana masjid dijadikan sebagai tempat untuk merumuskan berbagai strategi dakwah yang akan mengatasi segala pemikiran sesat kaum musyrikin. Bahkan dalam suatu cerita dikatakan bahwa salah satu tanda umat akan bangkit dan dapat mengalahkan Si bangsa kera dan babi adalah jumlah jamaah shalat shubuh sama dengan jumlahnya saat shalat jum'at. Kalau melihat kondisi dewasa ini, ini merupakan hal yang mungkin sangat sulit untuk diwujudkan. Tetapi juga mengisyaratkan kepada kita semua bahwa perjuangan untuk menegakkan agama Allah masih panjang dan butuh kesabaran yang luar biasa dari para penyerunya.&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebenarnya solusi konkret yang dapat kita lakukan dan mungkin "mudah" untuk kita laksanakan yaitu dengan bersungguh-sungguh untuk kembali kepada kedua sumber hukum Islam, yaitu Al Quran dan Hadits. Yang dengan keduanya niscaya manusia tidak akan tersesat didunia dan akhirat. Untuk terakhir kalinya, kami serukan Ayo kembali ke masjid karena memang hati itu terpaut dimasjid. Berawal dari masjid, insyaAllah akan teraih kembali kejayaan Islam yang kita idam-idamkan selama ini sehingga tiada fitnah lagi dan agama seluruhnya hanya milik Allah SWT semata tiada yang lain. Semoga. &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Allahu Akbar !&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4120804179371195488-7996021228068922103?l=pistaattaibin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/feeds/7996021228068922103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4120804179371195488&amp;postID=7996021228068922103&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/7996021228068922103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4120804179371195488/posts/default/7996021228068922103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pistaattaibin.blogspot.com/2009/10/sejauh-manakah-peran-masjid-dalam-islam_17.html' title='Sejauh Manakah Peran Masjid dalam Islam?'/><author><name>PISTA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14859337316095929416</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/SttjRcypYRI/AAAAAAAAABo/Ju0qL8CoD0w/S220/pista.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Y6WsvzpS9GY/Stp-Rsur3QI/AAAAAAAAAAc/3DFNZplLUnY/s72-c/60162.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
